Pengaruh Aliran Informasi, Material, dan Finansial terhadap Kelancaran Proses Rantai Pasok Material pada Pembangunan Sarana Terpadu Sentra IKM di Sarira, Tana Toraja

Authors

  • Yafet Lewi Duma’ Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Henrianto Masiku Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Yulieanti Sarah Mapaliey Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/w73rfq46

Keywords:

Rantai Pasok Material, Aliran Informasi, Aliran Material, Aliran Finansial, Regresi Linear Berganda

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan frekuensi permasalahan rantai pasok material dan menganalisis pengaruh aliran informasi (X?), aliran material (X?), dan aliran finansial (X?) terhadap permasalahan aliran proses (Y), yaitu keterlambatan, pengiriman ulang, dan pemborosan material, pada proyek Revitalisasi Sarana Terpadu Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Unit Produksi dan Ruang Kantor di Buntu Sarira, Kabupaten Tana Toraja, dengan nilai kontrak Rp3,82 miliar dan waktu pelaksanaan 150 hari. Data dikumpulkan dengan kuesioner 16 butir berskala Likert lima tingkat (1 = tidak pernah terjadi; 5 = sangat sering terjadi) dari 35 responden, lalu dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, dan regresi linear berganda. Seluruh butir valid (r = 0,43–0,88 > 0,334) dan reliabel (Cronbach’s alpha 0,64–0,68). Skor rata-rata permasalahan aliran informasi, material, finansial, dan proses masing-masing 2,54, 2,74, 2,69, dan 2,90, atau umumnya jarang hingga kadang-kadang terjadi, kecuali keterlambatan material akibat kepadatan lalu lintas yang sering terjadi (3,69). Model regresi signifikan (F = 8,19; p < 0,001) dengan R² = 0,442 dan R² terkoreksi 0,388. Aliran material (? = 0,458; p = 0,002) dan aliran informasi (? = 0,338; p = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap permasalahan aliran proses, sedangkan aliran finansial tidak signifikan (p = 0,158). Perbaikan koordinasi informasi dan pengendalian pasokan material merupakan prioritas untuk mengurangi keterlambatan dan pemborosan material.

References

[1] R. Vrijhoef dan L. Koskela, “The four roles of supply chain management in construction,” European Journal of Purchasing & Supply Management, vol. 6, no. 3–4, pp. 169–178, 2000.

[2] W. I. Ervianto, Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta, Indonesia: Andi, 2002.

[3] F. Yudhagama, “Analisis keterlambatan proyek pada pembangunan gedung perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya,” 2020.

[4] I. Suryani, A. Maddeppungeng, dan O. K. Amarilis, “Pengaruh rantai pasok terhadap kinerja kontraktor di Provinsi Banten dan DKI Jakarta,” Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Indonesia, 2014.

[5] Steven, R. C. Ali, dan R. S. Alifen, “Studi penerapan manajemen rantai pasok pengadaan material proyek konstruksi,” Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, pp. 217–223, 2023.

[6] Wahyono, “Manajemen rantai pasok pembangunan gedung administrasi Poltekkes Pontianak,” 2023.

[7] H. Rachmasari, “Analisa risiko rantai pasok konstruksi dengan menggunakan model simulasi,” 2019.

[8] D. Dwiraharja, “Studi faktor-faktor yang mempengaruhi rantai pasok pada penyelenggaraan proyek konstruksi dalam masa pandemi Covid-19,” 2022.

[9] K. Amalia, “Analisis risiko rantai pasok material pada proyek infrastruktur jalan,” 2022.

[10] J. F. Hair, W. C. Black, B. J. Babin, dan R. E. Anderson, Multivariate Data Analysis, ed. ke-7. Upper Saddle River, NJ, USA: Pearson, 2010.

Published

2025-04-21

How to Cite

[1]
“Pengaruh Aliran Informasi, Material, dan Finansial terhadap Kelancaran Proses Rantai Pasok Material pada Pembangunan Sarana Terpadu Sentra IKM di Sarira, Tana Toraja”, dynamicsaint, vol. 10, no. 1, pp. 31–36, Apr. 2025, doi: 10.47178/w73rfq46.

Similar Articles

1-10 of 52

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>