Peran Gereja sebagai Jembatan Antar-Agama dalam Membangun Kerukunan dan Nasionalisme Inklusif di Tengah Tantangan Masa Depan Indonesia

The Role of the Church as an Interfaith Bridge in Building Harmony and Inclusive Nationalism amid Indonesia's Future Challenges

Authors

  • Lionarto Erson Jayadi Malmö University, Malmö, Sweden
  • Dennis Gaie Full Gospel Assembly, Kuala Lumpur, Malaysia
  • David Ming Sekolah Tinggi Teologi Kadesi, Yogyakarta, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-9649-1622

DOI:

https://doi.org/10.47178/be7cxy31

Keywords:

interfaith bridge, inclusive nationalism, social conflict mediation, contextual religious education, radicalism prevention, jembatan antar-agama, nasionalisme inklusif, mediasi konflik sosial, pendidikan agama kontekstual, pencegahan radikalisme

Abstract

Indonesia's religious plurality poses both opportunities and challenges for social cohesion. The church, as a Christian institution, is called to act as an interfaith bridge amid rising radicalism, intolerance, and social disintegration. This research examines the concrete roles of the church as an interfaith bridge, analyzes strategies for building inclusive nationalism, and formulates recommendations for facing future challenges in Indonesia. A library research method with a qualitative-descriptive approach was employed, using content analysis and theoretical synthesis of 19 academic sources (2021–2025) on the church's role in interfaith harmony. The church plays three main roles: facilitator of interfaith dialogue, implementer of inclusive Christian religious education, and mediator of religious-based social conflicts. Success depends on inclusive theology (universal salvation, love, and cross), contextual strategies respecting local wisdom, and courageous leadership. The contributions of this research are theologically, it offers a reinterpretation of the church's mission as universal human service; sociologically, it provides a roadmap for strategic alliances; and politically, it strengthens the argument for an inclusive Christian nationalism for Indonesia's future.

 

Kemajemukan agama di Indonesia menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi kohesi sosial. Gereja sebagai institusi Kristen dipanggil menjadi jembatan antar-agama di tengah meningkatnya radikalisme, intoleransi, dan disintegrasi sosial. Penelitian ini mengkaji peran konkret gereja sebagai jembatan antar-agama, menganalisis strategi membangun nasionalisme inklusif, serta merumuskan rekomendasi menghadapi tantangan masa depan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis isi dan sintesis teoretis terhadap 19 sumber akademik (2021–2025) tentang peran gereja dalam kerukunan antar-agama. Gereja menjalankan tiga peran utama: fasilitator dialog lintas iman, pengimplementasi pendidikan agama Kristen inklusif, dan mediator konflik sosial berbasis agama. Keberhasilan bergantung pada teologi inklusif (keselamatan universal, kasih, dan salib), strategi kontekstual yang menghormati kearifan lokal, serta kepemimpinan yang berani mengambil risiko. Kontribusi penelitian ini secara teologis, penelitian ini menawarkan reinterpretasi misi gereja sebagai pelayanan kemanusiaan universal; secara sosiologis, menyediakan peta jalan aliansi strategis; secara politis, memperkuat argumen nasionalisme Kristen inklusif untuk masa depan Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung, Dewa Agung Gede, Ahmad Munjin Nasih, Sumarmi, Idris, and Bayu Kurniawan. "Local wisdom as a model of interfaith communication in creating religious harmony in Indonesia". Social Sciences & Humanities Open 9 (2024): 100827. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.100827.

Aprilia, Pascalin Dwi. “Peran Gereja Dalam Menghadapi Tantangan Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia: Mengintegrasikan Generasi Z Melalui Pendekatan Politik Kewargaan Dan Politik Radikal”. Teologis, Relevan, Aplikatif, Cendikia, Kontekstual 3, no. 1 (April 26, 2024): 23–41. https://doi.org/10.61660/track.v3i1.118.

Azahra, Rasela. “Interfaith Harmonization: A Multi-Religious Society in Purwajaya Village, West Sumatera”. BELIEF: Sociology of Religion Journal 2, no. 2 (2025): 140–151. https://doi.org/10.30983/belief.v2i2.8479.

Batubara, Yuniarti. “Misi Pekabaran Injil Dalam Jebakan Isu Kristenisasi: Suatu Upaya Mengembalikan Model Penginjilan Alternatif Yang Inklusif Dalam Keberagaman Indonesia: The Mission of Evangelism in the Trap of Christianization Issues: An Effort to Restore an Inclusive Alternative Model of Evangelism in Indonesia’s Diversity”. Indonesian Journal of Service 1, no. 2 (2025): 84–101. https://doi.org/10.46362/ijs.v1i2.51.

Corpuz, Jeff Clyde G. "Toward Grassroots Interfaith Dialogue: The Role of a Faith-Based Movement" Religions 16, no. 3 (2025): 345. https://doi.org/10.3390/rel16030345.

Hadden, Joy S. "Addressing a Sibling Rivalry: In Seeking Effective Christian–Muslim Relations, to What Extent Can Comparative Theology Contribute? An Evangelical Christian Perspective" Religions 16, no. 3 (2025): 297. https://doi.org/10.3390/rel16030297

Hutapea, Jusuf, and Bonitha Devinatalia Zega. “Theology of War in Deuteronomy 20:12-13: Case Studies and Their Applications in Contemporary Church Life: Teologi Perang Dalam Ulangan 20:12-13: Studi Kasus Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Gereja Kontemporer”. MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social 2, no. 2 (2025): 85–102. https://doi.org/10.46362/moderate.v2i2.17.

Khan, Zia Ullah. "Role of Inter-Religious Harmony in Peaceful Society". Preprints (2023): 1-35. https://doi.org/10.20944/preprints202311.0473.v1.

Lekatompessy, Rizky Rimona, and Samel Sopacua. “Merawat Kemajemukan: Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Menjaga Keharmonisan Antar Agama Di Negeri Maneoratu”. MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social 2, no. 1 (2024): 21–41. https://doi.org/10.46362/moderate.v2i1.13.

Papayungan, Novita. “Keselamatan Universal Berdasarkan Tafsir Terhadap Lukas 3:6”. Sangulele: Jurnal Teologi Kontekstual 1, no. 1 (2022): 37–60. https://journals.ukitoraja.ac.id/index.php/sangulele/article/view/1478.

Ra’ba Bara’ Tiku, Seruni. “Analisis Pemikiran Paul F. Knitter Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan Di Toraja”. Indonesian Journal of Religious 6, no. 2 (2023): 113–128. https://doi.org/10.46362/ijr.v6i2.39.

Ruadjanna, Ona, and Herdianto Alik, trans. “Toleransi Dalam Perspektif Tongkonan: ‘Kajian Sosiologis Tentang Toleransi Dalam Perspektif Tongkonan Di Tongkonan Pangleon Madao’”. KINAA: Jurnal Teologi 7, no. 1 (2023): 44–51. https://journals.ukitoraja.ac.id/index.php/kinaa/article/view/1995.

Samosir, Lela Siska Inriani. “Peran Pemimpin Gereja Dalam Memupuk Kerukunan Antaragama Di Tengah-Tengah Kemajemukan Masyarakat”. Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2, no. 1 (2023): 164–175. https://doi.org/10.59581/jipsoshum-widyakarya.v2i1.2293.

Santoso, Yudi, and Yonatan Alex Arifianto. “Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Mewujudkan Nasionalisme”. PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan 11, no. 2 (2021): 105-117. https://doi.org/10.56438/pneuma.v11i2.38.

Sinaga, Andri Vincent, Ronald Engelhard Mussu, and Natanael Winanto. “Kerukunan Beragama Di Tengah Perbedaan Agama-Agama Dan Moderasi Beragama Di Indonesia: Suatu Perspektif Teologis: Religious Harmony Amid Religious Differences and Religious Moderation in Indonesia: A Theological Perspective”. Journal of Religious and Socio-Cultural 6, no. 1 (2025): 45-65. https://doi.org/10.46362/jrsc.v6i1.230.

Suhendra, Yan, and Susanti Embong Bulan. “Kasih Allah akan Dunia ini: Panggilan Umat Kristen untuk Mengasihi Indonesia (God’s Love for this World: Christians Call to Love Indonesia)”. QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 1 (2021): 51-71. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.34.

Sunkudon, Pieter G.O. “Jalur Pembangunan Sosial: Misi Gereja Di Poso Kota Bersaudara Dalam Pemulihan Poso Setelah Seperempat Abad Pascakonflik: The Path of Social Development: The Church’s Mission in Poso City for the Restoration of Poso After a Quarter-Century Post-Conflict”. Journal of Religious and Socio-Cultural 6, no. 1 (2025): 66-100. https://doi.org/10.46362/jrsc.v6i1.310.

Supardi, and Jauharudin. “Crafting Interfaith Harmony through Ritual and Identity Integration: A Localised Muslim-Hindu Model from Saren, Bali, Indonesia”. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 10, no. 1 (2025): 65–80. https://doi.org/10.15575/jw.v10i1.44464.

Yurniman Ndruru, Yurlina Ndruru, Indri Purnama Putri Harefa, and Semuel Linggit Topayung. “PAK Sebagai Agen Perubahan Dalam Masyarakat Majemuk: Perspektif Kultural Dan Sosial”. Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 1, no. 4 (2024): 41–59. https://doi.org/10.61132/damai.v1i4.183.

Published

2026-06-15

How to Cite

Peran Gereja sebagai Jembatan Antar-Agama dalam Membangun Kerukunan dan Nasionalisme Inklusif di Tengah Tantangan Masa Depan Indonesia: The Role of the Church as an Interfaith Bridge in Building Harmony and Inclusive Nationalism amid Indonesia’s Future Challenges (L. E. Jayadi, D. Gaie, & D. Ming, Trans.). (2026). KINAA: Jurnal Teologi, 11(1), 92-108. https://doi.org/10.47178/be7cxy31

Similar Articles

1-10 of 51

You may also start an advanced similarity search for this article.