Kajian Penambahan Abu Serai sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton

Authors

  • Tuppang Tuppang Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Christian Parari Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Israel Padang Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Jufri Manga Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/6jva3h85

Keywords:

Abu Serai, Bahan Tambah, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Beton

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan abu serai (AS) sebesar 3,5%, 5%, dan 6,5% dari berat semen terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan mutu rencana f?c 20 MPa. Abu diperoleh dari pembakaran serai kering pada suhu sekitar 650°C selama ±2 jam dan disaring lolos saringan No. 200, dengan berat jenis 1,75. Campuran dirancang dengan SNI 7656:2012 dan benda uji berupa silinder 100 mm × 200 mm, terdiri atas 48 benda uji kuat tekan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari serta 12 benda uji kuat tarik belah pada umur 28 hari. Kuat tekan 28 hari beton kontrol sebesar 20,17 MPa, sedangkan beton dengan AS 3,5%, 5%, dan 6,5% masing-masing 15,07 MPa, 13,80 MPa, dan 12,10 MPa, atau turun 25,3%, 31,6%, dan 40,0%. Kuat tarik belah 28 hari beton kontrol sebesar 2,97 MPa, sedangkan AS 3,5%, 5%, dan 6,5% menghasilkan 2,23 MPa, 2,02 MPa, dan 1,75 MPa, atau turun 25,0%, 32,1%, dan 41,1%. Analisis varians satu arah menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kuat tekan 28 hari (F = 12,76; p = 0,002) dan kuat tarik belah (F = 16,97; p < 0,001), dan uji Tukey menunjukkan seluruh variasi berbeda signifikan dari beton kontrol. Rasio kuat tarik belah terhadap kuat tekan relatif tetap pada 14,5–14,8%. Abu serai yang dihasilkan dengan cara pembakaran sederhana tidak efektif sebagai bahan tambah pada kadar 3,5–6,5% karena menurunkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton secara nyata.

References

[1] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta, Indonesia: Andi, 2005.

[2] I. Dipohusodo, Struktur Beton Bertulang. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

[3] P. K. Mehta dan P. J. M. Monteiro, Concrete: Microstructure, Properties, and Materials, ed. ke-4. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2014.

[4] R. Siddique, Waste Materials and By-Products in Concrete. Berlin, Germany: Springer, 2008.

[5] G. C. Cordeiro, R. D. Toledo Filho, dan E. M. R. Fairbairn, “Effect of calcination temperature on the pozzolanic activity of sugar cane bagasse ash,” Construction and Building Materials, vol. 23, no. 10, pp. 3301–3303, 2009, doi: 10.1016/j.conbuildmat.2009.02.013.

[6] H. Matana, “Pengaruh penambahan abu cangkang keong bakau terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton,” Journal Dynamic Saint, vol. 7, no. 2, 2022.

[7] I. Padang dan Z. Lodi Honta, “Pemanfaatan abu limbah kulit kopi Toraja sebagai substitusi parsial semen terhadap kuat tekan beton,” Teaching and Learning Journal of Mandalika, vol. 5, no. 1, 2024.

[8] P. E. Barrung, “Pengaruh penggunaan abu daun serai dan zat additive tipe E terhadap kuat tekan beton,” Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Toraja, 2024.

[9] P. Simon, “Pengaruh penggunaan abu daun serai dan zat additive tipe E terhadap kuat tarik belah beton,” Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Toraja, 2024.

[10] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1968-1990 Metode Pengujian tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[11] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[12] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4142-1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 mm). Jakarta, Indonesia: BSN, 1996.

[13] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara dalam Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1998.

[14] ASTM C127-15 Standard Test Method for Relative Density (Specific Gravity) and Absorption of Coarse Aggregate. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2015.

[15] ASTM C128-15 Standard Test Method for Relative Density (Specific Gravity) and Absorption of Fine Aggregate. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2015.

[16] Badan Standardisasi Nasional, SNI 7656:2012 Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. Jakarta, Indonesia: BSN, 2012.

[17] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1972:2008 Cara Uji Slump Beton. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[18] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1974:2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta, Indonesia: BSN, 2011.

[19] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2491:2014 Metode Uji Kekuatan Tarik Belah Spesimen Beton Silinder. Jakarta, Indonesia: BSN, 2014.

[20] D. C. Montgomery, Design and Analysis of Experiments, ed. ke-9. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2017.

[21] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.

Published

2024-10-24

How to Cite

[1]
“Kajian Penambahan Abu Serai sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton”, dynamicsaint, vol. 9, no. 2, pp. 45–52, Oct. 2024, doi: 10.47178/6jva3h85.

Similar Articles

21-30 of 101

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)