Pemanfaatan Serbuk Batu Basalt Saloso sebagai Substitusi Parsial Pasir terhadap Kuat Tekan Beton

Authors

  • Yusuf Seven Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Israel Padang Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Jufri Manga' Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/3y7zg089

Keywords:

Serbuk Batu Basalt, Substitusi Parsial, Agregat Halus, Kuat Tekan, Analisis Varians

Abstract

Penambangan pasir alam yang berlebihan menimbulkan kelangkaan bahan dan kerusakan lingkungan, sehingga diperlukan bahan pengganti agregat halus. Serbuk batu basalt dari sisa pemahatan batu di Saloso, Kabupaten Toraja Utara, berpotensi menggantikan sebagian pasir dalam beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi parsial pasir dengan serbuk batu basalt (SB) sebesar 50%, 60%, dan 70% dari berat agregat halus terhadap kuat tekan beton dengan mutu rencana f?c 20 MPa. Campuran dirancang dengan SNI 7656:2012, dan 48 benda uji silinder 100 mm × 200 mm diuji kuat tekan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari. Serbuk batu basalt memiliki berat jenis jenuh kering permukaan 2,55, lebih tinggi daripada pasir (2,27), tetapi penyerapan airnya lebih besar (4,77% terhadap 0,60%), sehingga slump turun dari 95 mm pada beton kontrol menjadi 80–93 mm. Kuat tekan 28 hari beton kontrol sebesar 20,17 MPa, sedangkan beton SB 50%, 60%, dan 70% masing-masing 20,59 MPa, 20,17 MPa, dan 19,75 MPa, atau berubah +2,1%, 0,0%, dan ?2,1%. Analisis varians satu arah menunjukkan bahwa perbedaan kuat tekan antarvariasi tidak signifikan pada seluruh umur pengujian (p = 0,235–0,881; p = 0,878 pada umur 28 hari). Serbuk batu basalt dapat menggantikan hingga 70% berat pasir tanpa perubahan kuat tekan yang nyata, dengan kadar 50–60% sebagai pilihan yang paling aman karena seluruhnya mencapai mutu rencana 20 MPa.

References

[1] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta, Indonesia: Andi, 2005.

[2] I. Dipohusodo, Struktur Beton Bertulang. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

[3] P. K. Mehta dan P. J. M. Monteiro, Concrete: Microstructure, Properties, and Materials, ed. ke-4. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2014.

[4] M. Dobiszewska, O. Bagcal, A. Beycioğlu, D. Goulias, F. Köksal, M. Niedostatkiewicz, dan H. Ürünveren, “Influence of rock dust additives as fine aggregate replacement on properties of cement composites—A review,” Materials, vol. 15, no. 8, Art. no. 2947, 2022, doi: 10.3390/ma15082947.

[5] N. A. Ramadhani, D. Oktarina, dan A. Gumay, “Analisis kuat tarik lentur beton dengan menggunakan material batu basalt (studi kasus: fs = 4,5 MPa),” Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains, vol. 6, no. 2, pp. 66–68, 2022.

[6] Restika, “Studi kelayakan serbuk batu basalt sebagai agregat halus pada campuran beton,” Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Toraja, 2024.

[7] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1968-1990 Metode Pengujian tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[8] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[9] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4142-1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 mm). Jakarta, Indonesia: BSN, 1996.

[10] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara dalam Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1998.

[11] ASTM C127-15 Standard Test Method for Relative Density (Specific Gravity) and Absorption of Coarse Aggregate. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2015.

[12] ASTM C128-15 Standard Test Method for Relative Density (Specific Gravity) and Absorption of Fine Aggregate. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2015.

[13] Badan Standardisasi Nasional, SNI 7656:2012 Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. Jakarta, Indonesia: BSN, 2012.

[14] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1972:2008 Cara Uji Slump Beton. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[15] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1974:2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta, Indonesia: BSN, 2011.

[16] D. C. Montgomery, Design and Analysis of Experiments, ed. ke-9. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2017.

[17] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.

Published

2024-10-24

How to Cite

[1]
“Pemanfaatan Serbuk Batu Basalt Saloso sebagai Substitusi Parsial Pasir terhadap Kuat Tekan Beton”, dynamicsaint, vol. 9, no. 2, pp. 53–59, Oct. 2024, doi: 10.47178/3y7zg089.

Similar Articles

1-10 of 106

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)