Pengaruh Kadar Potongan Limbah Spanduk Flexi sebagai Serat terhadap Kuat Tarik Belah Beton

Authors

  • Julfrandi Palembangan Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Hernita Matana Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Abraham Ganti Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/ypg95263

Keywords:

Limbah Spanduk, Serat PVC, Kuat Tarik Belah, Beton Berserat, Analisis Varians

Abstract

Beton memiliki kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak, sedangkan spanduk flexi bekas berbahan polivinil klorida (PVC) berlapis serat nilon sulit terurai dan umumnya dibuang atau dibakar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan potongan limbah spanduk sebagai serat terhadap kelecakan dan kuat tarik belah beton. Spanduk dipotong menjadi serat berukuran ±50 mm × 2 mm dan ditambahkan sebesar 5%, 10%, dan 15% dari berat semen, atau 16,8, 33,6, dan 50,4 kg/m³, tanpa mengurangi jumlah semen. Campuran dirancang dengan SNI 7656:2012 untuk mutu rencana f?c 25 MPa, dan 12 benda uji silinder 150 mm × 300 mm diuji tarik belah pada umur 28 hari. Penambahan serat menurunkan slump dari 93 mm menjadi 87, 84, dan 79 mm. Kuat tarik belah beton kontrol sebesar 1,41 MPa, sedangkan beton dengan serat spanduk 5%, 10%, dan 15% masing-masing 1,82 MPa, 1,34 MPa, dan 1,18 MPa, atau berubah +28,3%, ?5,0%, dan ?16,7%. Analisis varians satu arah menunjukkan perbedaan yang signifikan (F = 5,36; p = 0,026), tetapi uji Tukey menunjukkan bahwa perbedaan yang signifikan hanya terjadi antara kadar 5% dan 15% (p = 0,020), sedangkan kadar 5% belum berbeda signifikan dari beton kontrol (p = 0,148) karena sebaran hasil beton kontrol yang besar (CV 25,0%). Kadar serat 5% dari berat semen memberikan kuat tarik belah tertinggi dengan sebaran terkecil, sedangkan kadar di atas 10% menurunkan kuat tarik belah dan kelecakan beton.

References

[1] K. Tjokrodimuljo, Teknologi Beton. Yogyakarta, Indonesia: Biro Penerbit Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada, 2007.

[2] P. K. Mehta dan P. J. M. Monteiro, Concrete: Microstructure, Properties, and Materials, ed. ke-4. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2014.

[3] ACI Committee 544, ACI 544.1R-96 Report on Fiber Reinforced Concrete. Farmington Hills, MI, USA: American Concrete Institute, 2009.

[4] I. Padang, H. Matana, S. Pongbura, dan A. Marthen, “Pemanfaatan limbah plastik HDPE sebagai substitusi parsial agregat halus terhadap sifat mekanis campuran batako,” Jurnal Cahaya Mandalika, pp. 1720–1726, 2024.

[5] Usman, D. F. Manalu, dan Y. Apriyanti, “Studi kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan menggunakan potongan limbah spanduk sebagai bahan tambah,” Jurnal Fropil, vol. 6, no. 1, pp. 52–61, 2018, doi: 10.33019/fropil.v6i1.1269.

[6] H. S. W. Sunarwadi, D. H. Nugroho, dan R. D. Apriani, “Eksperimental pemanfaatan limbah banner (polyvinil chlorida) dalam pembuatan mortar berserat (fiber mortar),” Daktilitas: Jurnal Teknik Sipil, vol. 3, no. 2, pp. 94–100, 2023.

[7] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1968-1990 Metode Pengujian tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[8] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1969-1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[9] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1970-1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[10] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[11] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4142-1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 mm). Jakarta, Indonesia: BSN, 1996.

[12] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara dalam Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1998.

[13] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2417:2008 Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[14] Badan Standardisasi Nasional, SNI 7656:2012 Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. Jakarta, Indonesia: BSN, 2012.

[15] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1972:2008 Cara Uji Slump Beton. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[16] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2491:2014 Metode Uji Kekuatan Tarik Belah Spesimen Beton Silinder. Jakarta, Indonesia: BSN, 2014.

[17] D. C. Montgomery, Design and Analysis of Experiments, ed. ke-9. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2017.

[18] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.

Published

2024-10-24

How to Cite

[1]
“Pengaruh Kadar Potongan Limbah Spanduk Flexi sebagai Serat terhadap Kuat Tarik Belah Beton”, dynamicsaint, vol. 9, no. 2, pp. 60–66, Oct. 2024, doi: 10.47178/ypg95263.

Similar Articles

1-10 of 111

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)