Dualisme Identitas Digital: Tinjauan Etika Kristen terhadap Penggunaan Second Account Instagram pada Mahasiswa Teologi Generasi Z

Digital Identity Dualism: A Christian Ethical Perspective on Second Instagram Account Use among Generation Z Theology Students

Authors

  • Mardiana Reti Universitas Kristen Indonesia Toraja, Toraja Utara, Indonesia
  • Juan Ananta Tan Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47178/272xpy79

Keywords:

second account , Christian ethics, Generation Z, social media, moral development, etika Kristen, Generasi Z, media sosial, perkembangan moral

Abstract

This study explores the use of secondary Instagram accounts among Generation Z students of the Faculty of Theology at Universitas Kristen Indonesia Toraja, analyzed through the framework of Christian ethics and Lawrence Kohlberg’s theory of moral development. Employing a descriptive qualitative method complemented by quantitative data, the research involved 20 participants using questionnaires, in-depth interviews, and digital observation. The findings indicate that 95% of participants use second accounts to conceal certain content from parents or lecturers, while 90% use them as a medium for unrestricted self-expression and emotional release. The primary account is generally utilized to project a religious and professional identity, whereas the second account functions as a more private space that may overlook ethical considerations. Based on Kohlberg’s framework, most participants are situated at the conventional stage of moral development, where moral decisions are influenced by social norms and the desire for acceptance. The study highlights a tension between digital identity and Christian ethical values, pointing to a form of spiritual fragmentation. Nevertheless, from a Christian ethical perspective, second accounts can serve as a medium for moral development when supported by appropriate and contextual spiritual guidance. This study contributes to the development of Christian digital ethics by offering an integrated analysis of digital identity, moral development, and spiritual formation in the context of social media use.

 

Penelitian ini membahas penggunaan akun kedua Instagram di kalangan mahasiswa Generasi Z Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Toraja dengan pendekatan etika Kristen dan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif, melibatkan 20 responden melalui angket, wawancara mendalam, dan observasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% responden menggunakan akun kedua untuk menyembunyikan konten dari orang tua atau dosen, sedangkan 90% memanfaatkannya sebagai sarana ekspresi diri yang lebih bebas serta pelampiasan emosi. Akun utama umumnya digunakan untuk membangun citra religius dan profesional, sementara akun kedua menjadi ruang privat yang cenderung mengabaikan norma etika. Berdasarkan analisis teori Kohlberg, mayoritas responden berada pada tahap perkembangan moral konvensional, di mana pertimbangan moral dipengaruhi oleh norma sosial dan kebutuhan akan penerimaan. Penelitian ini menemukan adanya ketegangan antara identitas digital dan nilai-nilai etika Kristen yang mencerminkan fragmentasi spiritual. Namun demikian, dalam perspektif etika Kristen, penggunaan akun kedua berpotensi menjadi sarana pertumbuhan moral apabila disertai dengan pembinaan spiritual yang kontekstual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan etika digital Kristen dengan menghadirkan analisis integratif antara identitas digital, perkembangan moral, dan pembinaan spiritual dalam konteks penggunaan media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anna, Anna, and Rizki Setiawan. “Pemisahan Identitas Sosial Akun Instagram Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta.” Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi 7, no. 1 (2024): 65–77. https://doi.org/10.33627/es.v7i1.1962.

Astuti, Y. “Fenomena Second Account di Media Sosial, Berikut Ciri-Ciri Akun Palsu yang Mudah Diketahui.” Ringtimes, 2020.

Beatrix, Jessica, and Sugiharti Binastuti. “Motif Penggunaan Second Account Instagram Generasi Z.” Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplin 8, no. 9 (2024): 41–46. https://sejurnal.com/pub/index.php/jkii/article/view/4687.

Darmaputera, Eka. Etika Sederhana untuk Semua: Perkenalan Pertama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1987.

Fatu, Sergi, Sutrisno Sutrisno, and Novida Dwici Yuanri Manik. “Dampak Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar: Studi Kasus di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan.” SERVIRE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2, no. 1 (2022): 103–16. https://doi.org/10.46362/servire.v2i1.97.

Hasanah, Enung. “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg.” Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia 6, no. 2 (2019): 131–145. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28400.

Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: LAI, 1974.

NapoleonCat. “Social Media Statistics – Instagram Users in Indonesia.” 2022. https://napoleoncat.com/stats/social-media-users-in-indonesia/2022.

Nurmala, Nisa, and Rizki Setiawan. “Fenomena Dramaturgi dan Konstruksi Citra Diri Pengguna Second Account Instagram pada Kalangan Mahasiswa FKIP Untirta.” Edu Sociata 6, no. 1 (2023): 345–356. https://doi.org/10.33627/es.v6i1.1336.

Putrawan, Bobby Kurnia, and Ester Agustini Tandana. “The Trinity in Christian Life: Exploring the Interconnections of Contemplation, Community, and Compassion.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 7, no. 1 (2025): 34–50. https://doi.org/10.46362/quaerens.v7i1.301.

Rizky, Farah Futhihat. Motif Penggunaan Second Account Instagram di Kalangan Mahasiswi Pendidikan IPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2022.

Setiawan, Jonathan Varel Navaro, Mareta Aisyah Kusmawati, and Hima Listiyawi Nadia. “Motif Penggunaan Second Account Media Sosial Instagram sebagai Konten Humor di Kalangan Generasi Z.” Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial 3 (2024): 1067–1076. https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/3836.

Sirait, Deswita, Devi Hartati Pangaribuan, and Diana Situmeang. “Tinjauan Penggunaan Media Sosial dalam Etika Kristen.” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2, no. 3 (2024): 50–56. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v2i3.369.

Sugiri, Widjaja. “Optimizing Student Learning Achievement through Education Management and Learning Technology Utilization.” Indonesian Journal of Service 1, no. 1 (2025): 1–13. https://doi.org/10.46362/ijs.v1i1.42.

Syaefulloh, Iqbal. “Motif Penggunaan Second Account Instagram Mahasiswa di Kota Bandung.” Jurnal Ilmu Komunikasi 13, no. 1 (2023): 49–62. https://doi.org/10.15642/jik.2023.13.1.63-76.

Tanasyah, Yusak. Metode Penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: Indonesia Press, 2021.

Tasha, Aulia. “Ethics of Using Social Media Based on Religious Values for Students as an Effort to Give Birth to Digital Piety.” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat 9, no. 1 (2025): 90–103. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v9i1.3721.

Universitas Kristen Indonesia Toraja. “Visi dan Misi.” https://ukitoraja.ac.id/visi-dan-misi.

Zebua, Yaterorogo, Zakharia Suparyadi, and Hariyanto Hariyanto. “Integrating Technology and Spirituality: Church Leadership in the 5.0 Era: Mengintegrasikan Teknologi dan Spiritualitas: Kepemimpinan Gereja di Era 5.0.” Indonesian Journal of Religious 7, no. 2 (2024): 114–130. https://doi.org/10.46362/ijr.v8i2.37.

Published

2025-05-30

How to Cite

Dualisme Identitas Digital: Tinjauan Etika Kristen terhadap Penggunaan Second Account Instagram pada Mahasiswa Teologi Generasi Z: Digital Identity Dualism: A Christian Ethical Perspective on Second Instagram Account Use among Generation Z Theology Students. (2025). KINAA: Jurnal Teologi, 10(1), 86-100. https://doi.org/10.47178/272xpy79

Similar Articles

31-40 of 65

You may also start an advanced similarity search for this article.