Studi Pemanfaatan Serat Limbah Spanduk sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Lentur Balok Beton

Authors

  • Agsel Dwi Putra Palulun Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/7z1wxx86

Keywords:

Limbah Spanduk, Serat PVC, Kuat Lentur, Balok Beton, Material Berkelanjutan

Abstract

Spanduk berbahan polivinil klorida (PVC) banyak digunakan sebagai media promosi, tetapi setelah masa pakainya berakhir sering dibakar atau dibuang sembarangan sehingga mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan serat limbah spanduk terhadap kuat lentur balok beton. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi kadar serat 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat semen pada beton dengan mutu rencana f?c 24 MPa. Serat dipotong dengan ukuran panjang sekitar 5 cm dan lebar 2 mm. Benda uji berupa balok berukuran 150 mm × 150 mm × 600 mm sebanyak dua buah untuk setiap variasi, diuji lentur dengan pembebanan dua titik pada umur 28 hari. Agregat halus dan kasar memenuhi persyaratan, dan nilai slump campuran sebesar 93 mm berada dalam rentang rencana 75–100 mm. Beton normal menghasilkan kuat lentur rata-rata tertinggi sebesar 2,733 MPa. Penambahan serat 5%, 10%, dan 15% menghasilkan kuat lentur rata-rata 2,200 MPa, 1,933 MPa, dan 2,133 MPa, atau turun 19,5%, 29,3%, dan 22,0% terhadap beton normal. Kadar serat tersebut setara dengan fraksi volume 1,1–3,4%, yang lebih tinggi daripada kadar serat sintetis pada umumnya, sehingga penurunan kuat lentur diduga disebabkan oleh lemahnya lekatan permukaan PVC yang licin, penggumpalan serat, dan bertambahnya rongga dalam beton. Serat limbah spanduk berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambah beton untuk elemen nonstruktural, tetapi kadar serat perlu diturunkan dan dioptimalkan pada penelitian lanjutan.

References

[1] S. Melinda, S. O. Dapas, dan M. D. J. Sumajouw, “Studi eksperimental pengujian kuat tekan beton menggunakan kapur dan batu apung sebagai bahan pengganti sebagian semen,” Jurnal Sipil Statik, 2020.

[2] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.

[3] P. K. Mehta dan P. J. M. Monteiro, Concrete: Microstructure, Properties, and Materials, ed. ke-4. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2014.

[4] A. Bentur dan S. Mindess, Fibre Reinforced Cementitious Composites, ed. ke-2. London, UK: Taylor & Francis, 2007.

[5] American Concrete Institute, ACI 544.1R-96 (Reapproved 2009) Report on Fiber Reinforced Concrete. Farmington Hills, MI, USA: ACI, 2009.

[6] R. Siddique, J. Khatib, dan I. Kaur, “Use of recycled plastic in concrete: A review,” Waste Management, vol. 28, no. 10, pp. 1835–1852, 2008, doi: 10.1016/j.wasman.2007.09.011.

[7] N. Saikia dan J. de Brito, “Use of plastic waste as aggregate in cement mortar and concrete preparation: A review,” Construction and Building Materials, vol. 34, pp. 385–401, 2012, doi: 10.1016/j.conbuildmat.2012.02.066.

[8] S. C. Kou, G. Lee, C. S. Poon, dan W. L. Lai, “Properties of lightweight aggregate concrete prepared with PVC granules derived from scraped PVC pipes,” Waste Management, vol. 29, no. 2, pp. 621–628, 2009, doi: 10.1016/j.wasman.2008.06.014.

[9] R. Raafidiani, I. R. Handriawan, dan A. Febriansya, “Pemanfaatan limbah abu sekam padi dan karet ban sebagai bahan tambah agregat pada beton,” vol. 16, no. 2, 2022.

[10] A. A. Setiawan, “Pemanfaatan limbah spanduk plastik sebagai bahan tambah dalam campuran beton,” 2017.

[11] U. Usman, D. F. Manalu, dan Y. Apriyanti, “Studi kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan menggunakan potongan limbah spanduk sebagai bahan tambah,” FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil), vol. 6, no. 1, pp. 52–61, 2019, doi: 10.33019/fropil.v6i1.1269.

[12] H. S. W. Sunarwadi, D. H. Nugroho, dan R. D. Apriani, “Eksperimental pemanfaatan limbah banner (polyvinil chlorida) dalam pembuatan mortar berserat (fiber mortar),” Jurnal Daktilitas, vol. 3, no. 2, pp. 94–100, 2023, doi: 10.36563/daktilitas.v3i2.953.

[13] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1968-1990 Metode Pengujian tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[14] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1969-1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar dan SNI 03-1970-1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[15] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1990.

[16] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4142-1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 mm). Jakarta, Indonesia: BSN, 1997.

[17] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara dalam Agregat. Jakarta, Indonesia: BSN, 1998.

[18] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2417:2008 Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[19] Badan Standardisasi Nasional, SNI 7656:2012 Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. Jakarta, Indonesia: BSN, 2012.

[20] American Concrete Institute, ACI 211.1-91 Standard Practice for Selecting Proportions for Normal, Heavyweight, and Mass Concrete. Farmington Hills, MI, USA: ACI, 1991.

[21] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1972:2008 Cara Uji Slump Beton. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[22] Badan Standardisasi Nasional, SNI 4431:2011 Cara Uji Kuat Lentur Beton Normal dengan Dua Titik Pembebanan. Jakarta, Indonesia: BSN, 2011.

Published

2024-04-22

How to Cite

[1]
“Studi Pemanfaatan Serat Limbah Spanduk sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Lentur Balok Beton”, dynamicsaint, vol. 9, no. 1, pp. 30–37, Apr. 2024, doi: 10.47178/7z1wxx86.

Similar Articles

31-40 of 74

You may also start an advanced similarity search for this article.