Analisis Karakteristik Tebing dan Stabilitas Lereng dengan Metode Fellenius serta Penanggulangannya Menggunakan Dinding Penahan Tanah Kantilever pada Ruas Jalan Malakiri–Karua STA 11+800

Authors

  • Andika Apriyanto Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Shalbin Sampe Padang Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/xtt7f962

Keywords:

Stabilitas Lereng, Metode Fellenius, Dinding Penahan Tanah, Tipe Kantilever, Tanah Longsor

Abstract

Ruas jalan Malakiri–Karua STA 11+800 di Lembang Karua, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, berada pada daerah berkontur miring yang sering mengalami kelongsoran tebing pada musim hujan sehingga mengganggu arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik tebing dan tanah penyusunnya, menganalisis stabilitas lereng, serta merencanakan penanggulangan kelongsoran. Data primer diperoleh melalui pengukuran geometri longsoran di lapangan dan pengujian laboratorium terhadap sampel tanah, meliputi berat jenis, kadar air dan berat isi, batas-batas Atterberg, analisis saringan, pemadatan, dan geser langsung. Stabilitas lereng dianalisis dengan metode irisan Fellenius, sedangkan penanggulangan direncanakan menggunakan dinding penahan tanah tipe kantilever. Tebing memiliki tinggi 10 m, panjang bidang miring 15,5 m, dan kemiringan 40°. Tanah tergolong A-6(5) menurut AASHTO dan CL menurut USCS, dengan berat jenis 2,69, kadar air 19,57%, batas cair 24,35%, indeks plastisitas 12,26%, dan persentase lolos saringan No. 200 sebesar 65,32%. Uji geser langsung menghasilkan kohesi 2,10 kN/m² dan sudut geser dalam 30,21°. Faktor keamanan lereng dengan metode Fellenius sebesar 0,98, lebih kecil dari 1,0 maupun syarat 1,5, sehingga lereng tidak stabil dan sesuai dengan kondisi longsor di lapangan. Dinding penahan tanah kantilever setinggi 5 m dengan lebar dasar 3 m menghasilkan faktor keamanan terhadap guling 3,35, geser 1,59, dan daya dukung 4,00, seluruhnya memenuhi persyaratan. Dinding penahan tanah tipe kantilever dapat diterapkan untuk menanggulangi kelongsoran pada lokasi tersebut, dengan stabilitas geser sebagai parameter yang paling menentukan.

References

[1] D. J. Varnes, “Slope movement types and processes,” dalam Landslides: Analysis and Control, Special Report 176, R. L. Schuster dan R. J. Krizek, Eds. Washington, DC, USA: Transportation Research Board, 1978, pp. 11–33.

[2] O. Hungr, S. Leroueil, dan L. Picarelli, “The Varnes classification of landslide types, an update,” Landslides, vol. 11, no. 2, pp. 167–194, 2014, doi: 10.1007/s10346-013-0436-y.

[3] B. M. Das dan K. Sobhan, Principles of Geotechnical Engineering, ed. ke-9. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2018.

[4] W. Fellenius, “Calculation of the stability of earth dams,” dalam Transactions of the 2nd Congress on Large Dams, vol. 4, Washington, DC, USA, 1936, pp. 445–462.

[5] J. M. Duncan, S. G. Wright, dan T. L. Brandon, Soil Strength and Slope Stability, ed. ke-2. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2014.

[6] Badan Standardisasi Nasional, SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik. Jakarta, Indonesia: BSN, 2017.

[7] B. M. Das dan N. Sivakugan, Principles of Foundation Engineering, ed. ke-9. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2019.

[8] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1964:2008 Cara Uji Berat Jenis Tanah; SNI 1966:2008 Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah; SNI 1967:2008 Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah; SNI 1742:2008 Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[9] ASTM D3080/D3080M-11 Standard Test Method for Direct Shear Test of Soils Under Consolidated Drained Conditions. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2011.

[10] AASHTO M 145-91 Standard Specification for Classification of Soils and Soil-Aggregate Mixtures for Highway Construction Purposes. Washington, DC, USA: American Association of State Highway and Transportation Officials, 2012.

[11] ASTM D2487-17 Standard Practice for Classification of Soils for Engineering Purposes (Unified Soil Classification System). West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2017.

[12] K. Terzaghi, Theoretical Soil Mechanics. New York, NY, USA: John Wiley & Sons, 1943.

[13] A. S. Vesić, “Analysis of ultimate loads of shallow foundations,” Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division, vol. 99, no. SM1, pp. 45–73, 1973.

Published

2024-04-22

How to Cite

[1]
“Analisis Karakteristik Tebing dan Stabilitas Lereng dengan Metode Fellenius serta Penanggulangannya Menggunakan Dinding Penahan Tanah Kantilever pada Ruas Jalan Malakiri–Karua STA 11+800”, dynamicsaint, vol. 9, no. 1, Apr. 2024, doi: 10.47178/xtt7f962.

Similar Articles

11-20 of 104

You may also start an advanced similarity search for this article.