A Study of Positive Masculinity in Single Fathers and Its Implications for the Construction of a Gender-Sensitive Mission Paradigm in the Toraja Church of Seriti Congregation

Authors

  • Veracious Veracious Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Orin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.47178/c7d61260

Keywords:

single father, mission paradigm, positive masculinity, gender, paradigma misi

Abstract

Fenomena single father sebagai bagian dari keluarga non-utuh merupakan isu sosial yang memerlukan perhatian serius dalam konteks kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan single father berdasarkan perspektif positive masculinity serta mengeksplorasi implikasinya dalam membangun paradigma misi gereja yang berwawasan gender di Gereja Toraja Jemaat Seriti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap single father serta warga gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa single father menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah, pengasuh anak, dan pengelola rumah tangga, namun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, tekanan ekonomi, serta minimnya dukungan dalam pengasuhan anak. Selain itu, faktor lingkungan sosial dan keterbatasan perhatian gereja turut memengaruhi relasi ayah dan anak serta rendahnya keterlibatan single father dalam kehidupan persekutuan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep positive masculinity dapat menjadi kerangka konstruktif dalam membentuk figur ayah yang bertanggung jawab, peduli, dan mampu membangun relasi yang sehat dalam keluarga. Kontribusi penelitian ini terletak pada tawaran paradigma misi gereja yang lebih inklusif dan berwawasan gender, melalui penguatan pelayanan pastoral, pembangunan relasi yang dialogis, serta keterlibatan aktif gereja dalam mendampingi kehidupan single father secara holistik.

References

Addis, Michael E., Abigail Mansfield, and Matthew R. Syzdek. “Is ‘Masculinity’ a Problem? Framing the Effects of Gendered Social Learning in Men.” Psychology of Men & Masculinity 11, no. 2 (April 2010): 77–90.

Ahshari, Era Rahmah Novie. “Kelelahan Emosional dan Strategi Coping pada Wanita Single Parent (Studi Kasus Single Parent di Kabupaten Paser).” Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi 2, no. 3 (2014): 130–138.

Anggito, Albi, and Johan Setiawan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jawa Barat: Jejak, 2018.

Badaszewski, Daniel Philip. “Beyond the Binary: How College Men Construct Positive Masculinity.” Bachelor’s thesis, Georgia, 2014.

Budiardjo, Tri. Anak-Anak Generasi Terpinggirkan. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2010.

Carlson, Englar-Carlson, Matt Kiselica, and Mark S. Horne. “Affirming the Strengths in Men: A Positive Masculinity Approach to Assisting Male Clients.” Journal of Counseling & Development 91, no. 4 (2013): 399–409.

Coltrane, Scott. “Theorizing Masculinities in Contemporary Social Science.” In Theorizing Masculinities, edited by Harry Brod and Michael Kaufman, 39–60. London: Sage, 1999.

Dodson, Fitzhugh. Mendisiplinkan Anak dengan Kasih Sayang. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Findyogi, Nur. “Konstruksi Sosial Maskulinitas Positif dan Kesehatan Mental (Studi Fenomenologi Toxic Masculinity pada Generasi Z).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, 2022.

Gunarsa, Singgih D., and Yulia Singgih D. Gunarsa. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Hughes, R. Kent. Laki-Laki Saleh. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2000.

Juadi, Justinus. Selamatkan Keluarga Anda: Membangun Keluarga Harmonis dan Bahagia dalam Kasih dan Sukacita Injil. Yogyakarta: Kanisius, 2017.

Lerebulan, Aloysius. Keluarga Kristiani antara Idealisme dan Tantangan. Yogyakarta: Kanisius, 2016.

Lestari, Sri, and Nafila Amalia. “Peran Ayah sebagai Orang Tua Tunggal dalam Pengasuhan Anak.” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2019.

MacArthur, John. Brave Dad: Becoming the Father Your Kids Need. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2018.

Maulidina, Husnun. “Mengenal Fungsi Dasar Keluarga.” Depok Pos. Last modified February 2021. Accessed April 1, 2023. https://www.depokpos.com/2021/02/mengenal-fungsi-dasar-keluarga.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Remaja Rosdakarya, 1989.

Munroe, Myles. Understanding the Purpose and Power of Men. Jakarta: Immanuel Publishing House, 2015.

Munroe, Myles, and David Burrows. Kingdom Parenting. Jakarta: Immanuel Publishing House, 2009.

Nauly, Meutia. “Konflik Peran Gender pada Pria: Teori dan Pendekatan Empirik.” Artikel tidak dipublikasikan, 2002.

Nugroho, Irham. “Positivisme Auguste Comte: Analisa Epistemologis dan Nilai Etisnya terhadap Sains.” Cakrawala: Jurnal Studi Islam 11, no. 2 (2016): 121–134.

Santrock, John W. Child Development. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2007.

Sari, Afrina. “Model Komunikasi Keluarga pada Orang Tua Tunggal (Single Parent) dalam Pengasuhan Anak Balita.” Avant Garde 3, no. 1 (2015): 15–27.

Safitri, Melia Erisca. “Maskulinitas Positif.” Yayasan Pulih. Accessed April 1, 2023. https://yayasanpulih.org/2020/07/maskulinitas-positif/.

Simanjuntak, Julianto, Roswitha, and Taliziduhu Ndraha. Merekayasa Lingkungan Anak. Bandung: Kalam Hidup, 2014.

Stephens, Steve. Lost in Translation: How Men and Women Can Understand Each Other. Yogyakarta: Gloria Usaha Mulia, 2009.

Subeno, Sutjipto. Indahnya Pernikahan Kristen: Sebuah Pengajaran Alkitab. Surabaya: Momentum, 2008.

Suhardi, Muhammad. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015.

Suwendra, I Wayan. Metodologi Penelitian Kualitatif Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan, dan Keagamaan. Bali: Nila Cakra Publishing House, 2018.

Tarigan, Azhari Akmal, et al. Metode Penelitian Ekonomi Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Usman, Musrayani, Rahmat, and Syaifullah. “Kehidupan Orang Tua Tunggal: Studi Kasus Ibu sebagai Kepala Keluarga di Kelurahan Parangloe.” Tesis magister tidak dipublikasikan, 2007.

Wahlroos, Sven. Family Communication: A Guide to Emotional Health and Better Interpersonal Relationships. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Wandi, Gusri. “Rekonstruksi Maskulinitas: Menguak Peran Laki-Laki dalam Perjuangan Kesetaraan Gender.” Kafa’ah: Jurnal Ilmiah Kajian Gender 5, no. 1 (2015): 1–15.

Wibowo, Agung, and Partini. “Pemaknaan Maskulinitas (Kajian Sosiologis tentang Pemaknaan Maskulinitas Laki-Laki di Kota Surakarta).” Skripsi, Universitas Gadjah Mada, 2013.

Wiyono, Edy. Ayah Edy: Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur? Kebiasaan Orang Tua yang Menghasilkan Perilaku Buruk pada Anak. Jakarta: Grasindo, 2008.

Downloads

Published

30-11-2025

How to Cite

Veracious, Veracious, and Orindevisa Orindevisa. 2025. “A Study of Positive Masculinity in Single Fathers and Its Implications for the Construction of a Gender-Sensitive Mission Paradigm in the Toraja Church of Seriti Congregation”. Sangulele: Jurnal Teologi Kontekstual 4 (2): 101-15. https://doi.org/10.47178/c7d61260.