Pesta: Analisis Teologis-Sosiologis Penggunaan Kata Pesta Pada Acara Rambu Solo’ Bagi Masyarakat Toraja

Authors

  • Purwanti Hardjo Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.0302/2vrp3269

Keywords:

Pesta, Rambu Solo', Tongkon

Abstract

Budaya dapat saja mempengaruhi dan memberi perubahan dalam kehidupan masyarakat. Khususnya dalam budaya Toraja yang memiliki salah satu tradisi yaitu Upacara adat Rambu Solo’ yang merupakan upacara adat kematian yang begitu mewah dan meriah, baik melalui dekorasi, hewan yang di sembelih dan makanan yang dihidangkan yang begitu mewah. Melalui hal yang seperti itu sehingga masyarakat Toraja menyebutkan bahwa pergi ke rumah duka dengan istilah pergi ma’pesta. Penggunaan kata pesta dalam Rambu Solo’ merupakan kata atau bahasa yang sering digunakan oleh orang Toraja dalam kehidupan mereka. Dalam suku Toraja Rambu Solo’ merupakan upacara kematian orang Toraja, sedangkan pesta merujuk kepada suatu kemeriahan, kebahagiaan dan sebagainya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat Toraja tentang makna teologis dan sosiologis penggunaan kata pesta dalam acara Rambu Solo’.  Sehingga penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan melakukan wawancara untuk memberikan penjelasan terkait peneliti dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan maka kesimpulannya adalah kata pesta tidak dapat digunakan  di acara Rambu Solo’.  Melainkan ketika orang Toraja pergi ke rumah duka maka mereka akan berkata male tongkon, bukan pergi pesta. Karena tongkon berarti duduk bersama dengan keluarga yang berduka. Hal itu dapat terjadi melalui proses perubahan dalam budaya Toraja. 

References

Abdul Azis Said, Simbolisme Unsur Virtual Rumah Tradisional Toraja Yogyakarta: Ombak, 2004

Abdulsyani, Sosiologi: Skematika, Teori dan Terapan Jakarta: Bumi Aksara, 2007

Andarias Kabanga, Manusia Mati Seutuhnya Yogyakarta: Media Pressindo, 2002

Bert Tallulembang, Reinterprestasi dan Reaktualisasi Budaya Toraja Yogyakarta: Gunung Sopai, 2012.

Mohammad Natsir Sitonda, Toraja dan Warisan Dunia, Makassar: Pustaka Refleksi, 2007.

Roswita Rini Paganggi, dkk, “Pergeseran Makna Dalam Pelaksanaan Upacara Rambu Solo’, Vol.1,No.1 ,September 2020

Film Walking Dead Tomate, disutradarai oleh Tim Ekadi Katili. Diperankan oleh Iqbal Perdana, Arga Dirgantara dan Yulinar Arief. Cinekadi Picture dan Max Anderson, 2022

Ignatius Loyola Madya Utama, Makna Keselamatan Dalam Perspektif Agama-Agama Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2014.

James A. Lola, ”Iman Kristen dan Budaya Popular”, Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, Vol. 1, No. 1, Juli 2019.

Sri Herwati P.S. Banne, Tomi Supriyanto, Pendidikan yang Misioner-Afirmatif: Sebuah Penelusuran Konsep dan Praksis Pendidikan Lembaga Penginjilan GZB di Toraja, Vol. 6, No. 1, 2022, https://doi.org/10.33991/epigraphe.v6i1.361.

Downloads

Published

2025-04-12

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pesta: Analisis Teologis-Sosiologis Penggunaan Kata Pesta Pada Acara Rambu Solo’ Bagi Masyarakat Toraja. (2025). KINAA: Jurnal Teologi, 9(2), 15-22. https://doi.org/10.0302/2vrp3269