Ekslusivisme Agama
Sikap Beragama Warga Gereja Di Lembang Angin-Angin Dalam Konteks Bangsa Indonesia Yang Plural
Keywords:
Eksklusivisme beragama, Keselamatan, Dialog antar-agamaAbstract
Agama merupakan salah satu faktor penyebab munculnya konflik dalam
masyarakat. Hal ini dapat terjadi ketika masyarakat masih memiliki paham
eksklusif terhadap agama lain. Masalahnya adalah dalam konteks bangsa Indonesia
yang plural, seharusnya setiap umat beragama menerima adanya pluralisme agama.
Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap beragama
warga gereja di Lembang Angin-angin dalam konteks bangsa Indonesia yang
plural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian pustaka) dan field
research (studi lapangan).
Sekilas dari hasil penelitian ini yaitu bahwa masih ada beberapa masyarakat
Lembang Angin-angin yang menganut paham eksklusif namun tidak
eksklusivisme. Paham yang eksklusif ini memang menimbulkan konflik dalam
kehidupan umat beragama dan warga gereja yang bisa saja mengakibatkan
munculnya benih-benih eksklusivisme. Namun, paham yang eksklusif oleh warga
gereja di Lembang Angin-angin ini hanya memberikan dampak kecil dan masih
toleran terhadap agama lain maupun denominasi lain, sehingga tidak terlalu
nampak dalam kehidupan masyarakat. Umat beragama di Lembang Angin-angin
ini dapat menjadi contoh bagi umat beragama lainnya agar dapat hidup rukun tanpa
memandang perbedaan agama.
References
Adiprasetya, Mencari Dasar Bersama: Etik Global Dalam Kajian Postmodernisme
Dan Pluralisme Agama. Jakarta: Gunung Mulia, 2009.
Barth, Karl. Church Dogmatics, Volume I: the Doctrine of The Word of God. 2009.
Gaspersz, Steve G. C. Umat Pilihan Allah: Suatu Telaah Teologis-Etis Perjanjian
Lama Mengenai Ulangan 7:1-11. Papua: Penerbit Aseni, 2019.
Green, Clifford. Karl Barth: Teolog Kemerdekaan: Kumpulam Cuplikan Karya
Karl Barth. Jakarta: Gunung Mulia, 2003.
Ismail, Faisal. Republik Bhineka Tunggal Ika: Mengurangi Isu-Isu Konflik,
Multikulturalisme, Agama Dan Sosial Budaya. Jakarta: Badan Litbang dan
Diklat kementrian Agama RI, 2012.
Knitter, Paul F. Satu Bumi Banyak Agama: Dialog Multi-Agama Dan Tanggung
Jawab Global. Jakarta: Gunung Mulia, 2008.
Lumingkewas, Desi Ratnasari Marthin Steven. Kawin Campur: Perspektif Ulangan
:1-6. Yogyakarta: Diandra Kreatif, 2018.
Lura, Hans.“Pluralisme Agama: Sebuah Kajian Terhadap Pemikiran John Hick”,
Kinaa Jurnal Teologi. 2020.
M. Yusuf Wibisono, Dody S. Truna, dan Mochamad Ziaulhaq. Modul Sosialisasi
Toleransi Beragama. Bandung: Prodi S2 Studi Agama-agama UIN Sunan
Gunung Djati Bandung, 2020.
Martina Novalina dan Herman pakiding. Pengantar Teologi Agama-Agama:
Konteks Indonesia. Jakarta: Ekumene Literatur, 2019.
PGI, Tim Balitbang. Meretas Jalan Teologi Agama-Agama Di Indonesia. Jakarta:
Gunung Mulia, 2007.
Saragih, Erwin Arianto. Etika Relasi. Yogyakarta: PT Kanisius, 2019.
Schumann, Olaf Herbert. Agama Dalam Dialog: Pencerahan, Pendamaian, Dan
Masa Depan. Jakarta: Gunung Mulia, 2003.
Supriatno, Onesimus Dani, dan Daryatno. Merentang Sejarah, Memaknai
Kemandirian. Jakarta: Gunung Mulia, 2009.
Tangirerung, J. R.Peningkatan Pemahaman Pluralisme Agama dalam Rangka
Mereduksi Radikalisme. KINAA: Jurnal Teologi, 3(2).2018.
Yewangoe, A.A. Agama Dan Kerukunan. Jakarta: Gunung Mulia, 2001.




