Teologi Trauma Kolektif dan Hermeneutika Ratapan: Penyembuhan Memori Sejarah Kekerasan Politik di Indonesia
Collective Trauma Theology and the Hermeneutics of Lament: Healing the Historical Memory of Political Violence in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.47178/4wz2z417Keywords:
collective trauma, hermeneutics of lament, collective memory, political violence, contextual theology, pastoral care, trauma kolektif, hermeneutika ratapan, memori kolektif, kekerasan politik, teologi kontekstual, pastoralAbstract
This study addresses the enduring legacy of political violence in Indonesia as a form of collective trauma that continues to shape intergenerational social memory. While existing approaches to trauma healing often emphasize psychological recovery at the individual level, this article argues for a theological-hermeneutical framework that engages communal suffering, memory, and meaning-making. Drawing on trauma theory, biblical hermeneutics, and collective memory studies, this research proposes a “hermeneutics of lament” grounded in the Book of Lamentations and the Psalms. Using qualitative textual analysis and thematic interpretation, the study identifies key motifs of grief, protest, and hope within biblical lament traditions and correlates them with contemporary experiences of political violence in Indonesia. The findings suggest that lament functions as a transformative theological practice that enables communities to articulate suffering, resist enforced silence, and reconstruct collective memory. Furthermore, the integration of lament into liturgical practices, public memorialization, and pastoral care contributes to the formation of empathetic public narratives and restorative social relationships. This article demonstrates that a dialogical engagement between sacred texts, traumatic histories, and communal praxis can generate a safe space for historical acknowledgment and collective healing. It thus underscores the urgency of developing contextual theological approaches that address collective trauma through the integration of faith, memory, and community-based practices.
Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa kekerasan politik di Indonesia telah menghasilkan trauma kolektif yang membentuk memori sosial lintas generasi. Pendekatan yang selama ini dominan cenderung menekankan pemulihan psikologis individual, sehingga kurang memadai untuk menjawab dimensi komunal, historis, dan teologis dari trauma tersebut. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan suatu kerangka teologis berupa hermeneutika ratapan yang berakar pada Kitab Ratapan dan Mazmur sebagai pendekatan kontekstual bagi penyembuhan memori kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tekstual terhadap teks-teks ratapan biblis, serta dialog dengan teori trauma, hermeneutika, dan kajian memori kolektif. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola kesedihan, protes iman, dan harapan dalam tradisi ratapan, yang kemudian dikorelasikan dengan pengalaman kekerasan politik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratapan berfungsi sebagai praktik teologis yang transformatif, yang memungkinkan komunitas mengartikulasikan penderitaan, menolak budaya diam, dan merekonstruksi memori kolektif secara lebih adil dan empatik. Lebih lanjut, integrasi hermeneutika ratapan dalam liturgi, praktik memorialisasi, dan pendampingan pastoral berbasis komunitas terbukti mampu menciptakan ruang aman bagi pengakuan sejarah serta pemulihan relasi sosial. Dengan demikian, dialog antara teks suci, pengalaman traumatis, dan praksis komunitas menghasilkan pendekatan yang holistik dalam penyembuhan trauma kolektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan teologi kontekstual yang mampu mengintegrasikan iman, memori, dan praktik sosial sebagai upaya rekonsiliasi yang berkeadilan.
Downloads
References
Adelliani, N., C. A. Sucirahayu, and A. R. Zanjabila. Analisis Tematik pada Penelitian Kualitatif. Jakarta: Penerbit Salemba, 2023.
Djuharto, I. A. “Penghayatan Ratapan dalam Liturgi: Jembatan Dilema Pengharapan Kristen dan Penderitaan Manusia.” Jurnal Teologi Pambelum 3, no. 1 (2023): 29–43. https://doi.org/10.59002/jtp.v3i1.50.
Fadli, M. R. “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif.” Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum 21, no. 1 (2021): 33–54.
Francis, Leslie J., J. Holdsworth, and A. Village. “Evaluating Liturgical Engagement with Psalms of Lament: Reading Psalm 74 through the Lenses of Feeling and Thinking.” Pastoral Psychology 74, no. 2 (2025): 229–242. https://doi.org/10.1007/s11089-024-01172-5.
Gunawan, L. “Collaborative Preaching for Collective Trauma Healing: A Model from Indonesia.” Religions 15, no. 9 (2024): 1070. https://doi.org/10.3390/rel15091070.
Hall, M. E. L. “Lament as a Judeo-Christian Practice of Memory Reconsolidation: Integrating Psychological Science and Spiritual Formation.” Spirituality in Clinical Practice 12, no. 4 (2025): 549–558. https://doi.org/10.1037/scp0000393.
Hidayat, M. M. Kekerasan Politik 1997–1998: Trauma, Memori Kolektif dan Gerakan Aksi Kamisan di Jakarta. Doctoral dissertation, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2024.
Jonathan, K., and G. H. Susanto. “Teologi Ratapan dan Pemulihan: Pendekatan Teologis terhadap Rasa Duka dalam Kehidupan Kristen.” Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan 11, no. 2 (2021): 233–245.
Kusmayani, A. E. P., M. Huda, and D. Mugera. “Interfaith Dialogue, Collective Trauma Healing, and Youth Peacebuilding in the Global South: A Comparative Study of Trustbuilding Programs in Indonesia and Kenya.” Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies 4, no. 2 (2025): 149–168.
Leksana, G. T. Memory Culture of the Anti-Leftist Violence in Indonesia: Embedded Remembering. Amsterdam: Amsterdam University Press, 2023.
Letde, L. A. “Pemulihan Transformatif atas Trauma ‘Sejarah Pembungkaman’ bagi Masyarakat NTT dalam Paradigma Teologi Pembebasan.” Fidei 7, no. 2 (2024). https://doi.org/10.34081/fidei.v7i2.544.
Mitima-Verloop, H. B., P. A. Boelen, and T. T. M. Mooren. “Commemoration of Disruptive Events: A Scoping Review about Posttraumatic Stress Reactions and Related Factors.” European Journal of Psychotraumatology 11, no. 1 (2020): 1701226. https://doi.org/10.1080/20008198.2019.1701226.
Oko, F. Emiliana Javanika Abid, F. Ruru, J. Juliadi, and Y. W. Suba. “Peran Pendampingan Pastoral dalam Pemulihan Trauma Keluarga Korban Longsor di Palangka dengan Pendekatan Spiritual-Psikologis.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, no. 3 (2024): 91–99. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i3.634.
Setiawan, A., and J. Hindradjat. “Penyembuhan Trauma Alkitabiah dan Holistik untuk Menghibur dan Memulihkan Seseorang yang Berduka atas Kehilangan Pasangan Hidup.” Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika 6, no. 1 (2024): 62–74.
Sinaga, B. A., and T. M. M. Tambunan. “Memori Kolektif dan Teologi Luka: Kearifan Lokal sebagai Jalan Pemulihan Trauma Sosial.” JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2025): 59–72.
Siahaan, Tickos Elia. “Tubuh Kebangkitan dan Luka yang Memulihkan: Refleksi Teologis atas Trauma dan Pemulihan.” Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2, no. 2 (2025): 1–11. https://doi.org/10.61132/nubuat.v2i2.855.
Syahda, B. P., N. V. Sitinjak, D. N. Wibisono, M. L. Fadlilah, F. R. Perdana, and D. Abdurrahman. “Peran dan Dampak Aksi Kamisan dalam Memperjuangkan HAM di Indonesia.” Parapolitika: Journal of Politics and Democracy Studies 5, no. 2 (2024). https://doi.org/10.33822/jpds.v5i2.
Wagoner, B., and I. Brescó. “Memorials as Healing Places: A Matrix for Bridging Material Design and Visitor Experience.” International Journal of Environmental Research and Public Health 19, no. 11 (2022): 6711. https://doi.org/10.3390/ijerph19116711.
Zurbuchen, M. S. “History, Memory, and the ‘1965 Incident’ in Indonesia.” Asian Survey 42, no. 4 (2002): 564–581.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vemly Jacob, Widjaja Sugiri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





