Penerapan Ensemble CNN untuk Klasifikasi Biji Kopi: ResNet50, Inception V3, dan EfficientNet B7
DOI:
https://doi.org/10.47178/m7528h92Keywords:
Ensemble Learning, Convolutional Neural Network, Klasifikasi Biji Kopi, Deep Learning, Transfer Learning.Abstract
Indonesia, sebagai salah satu produsen dan eksportir kopi terbesar dunia, menghadapi tantangan dalam memenuhi standar kualitas global yang berpengaruh signifikan terhadap harga pasar. Proses penjaminan mutu dari budidaya hingga pascapanen memerlukan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini mengusulkan penerapan ensemble learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN) dengan metode simple averaging yang mengkombinasikan tiga arsitektur pra-terlatih: ResNet-50, InceptionV3, dan EfficientNetB7. Dataset USK Coffee—terdiri dari 6.400 citra biji kopi berukuran 112×112 piksel—dibagi menjadi 4.800 sampel pelatihan dan 1.600 sampel pengujian untuk mengevaluasi kinerja model. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model ensemble mencapai akurasi 83%, mengungguli kinerja masing-masing model tunggal (ResNet-50: 77%, InceptionV3: 71%, EfficientNetB7: 82%). Analisis metrik precision, recall, dan F1-score mengonfirmasi peningkatan signifikan dalam konsistensi klasifikasi, khususnya pada kelas defect (precision 0.90) dan longberry (F1-score 0.91). Namun, disparitas kinerja pada kelas peaberry (precision 0.74 vs. recall 0.93) mengindikasikan perlunya optimasi tambahan melalui augmentasi data atau penyesuaian threshold. Temuan ini menegaskan potensi teknik ensemble dalam sistem klasifikasi biji kopi berbasis deep learning, sekaligus menyoroti kebutuhan penanganan kompleksitas komputasi dan ambiguitas fitur visual untuk aplikasi industri skala besar.