Evaluasi Stabilitas Lereng dan Perancangan Ulang Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi pada Longsoran Jalan Poros Salu–Dende, Lembang Salu Sarre, Kabupaten Toraja Utara

Authors

  • Irpan Palalang Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Melawanti Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.47178/yfttjf83

Keywords:

Stabilitas Lereng, Kohesi Semu, Dinding Penahan Tanah, Tipe Gravitasi, Penggantian Tanah Dasar

Abstract

Longsoran pada jalan poros Salu–Dende di Lembang Salu Sarre, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, terjadi pada musim hujan dan mengganggu arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik tanah, menganalisis stabilitas lereng pada kondisi kering dan jenuh, mengevaluasi rancangan awal dinding penahan tanah tipe gravitasi, dan merancang ulang dimensinya agar memenuhi persyaratan stabilitas. Data diperoleh dari pengukuran geometri longsoran dan pengujian laboratorium terhadap sampel tanah. Stabilitas lereng dianalisis dengan metode baji bidang datar, sedangkan dinding dianalisis dengan teori tekanan tanah Rankine dan Coulomb serta persamaan daya dukung umum. Tanah merupakan pasir bergradasi baik (SW; A-1-b) dengan lolos saringan No. 200 sebesar 4,46%, berat isi 9,02 kN/m³, porositas 79,5%, kohesi 8,96 kPa, dan sudut geser dalam 9,55°. Lereng setinggi 5 m dengan kemiringan 28,4° memiliki faktor keamanan 6,38 pada kondisi kering, tetapi turun menjadi 0,38 apabila kohesi hilang pada kondisi jenuh; kohesi minimum yang diperlukan agar FS = 1,5 adalah 2,43 kPa. Rancangan awal dinding gravitasi setinggi 5,6 m dengan lebar dasar 2,4 m tidak aman terhadap geser (FS = 0,23–0,39), guling (0,88–1,82), dan daya dukung (< 1,0). Rancangan ulang dengan lebar dasar 3,5 m, lebar puncak 0,5 m, timbunan granular berdrainase, dan penggantian tanah dasar dengan batu pecah setebal 1,5 m menghasilkan faktor keamanan terhadap geser 1,57, guling 3,61, dan daya dukung 9,19. Namun, faktor keamanan tanah asli di bawah lapisan pengganti hanya 1,62, sehingga parameter kuat geser tanah perlu diverifikasi sebelum pelaksanaan.

References

[1] D. J. Varnes, “Slope movement types and processes,” dalam Landslides: Analysis and Control, Special Report 176, R. L. Schuster dan R. J. Krizek, Eds. Washington, DC, USA: Transportation Research Board, 1978, pp. 11–33.

[2] O. Hungr, S. Leroueil, dan L. Picarelli, “The Varnes classification of landslide types, an update,” Landslides, vol. 11, no. 2, pp. 167–194, 2014, doi: 10.1007/s10346-013-0436-y.

[3] B. M. Das dan K. Sobhan, Principles of Geotechnical Engineering, ed. ke-9. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2018.

[4] D. G. Fredlund dan H. Rahardjo, Soil Mechanics for Unsaturated Soils. New York, NY, USA: John Wiley & Sons, 1993.

[5] J. M. Duncan, S. G. Wright, dan T. L. Brandon, Soil Strength and Slope Stability, ed. ke-2. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2014.

[6] Badan Standardisasi Nasional, SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik. Jakarta, Indonesia: BSN, 2017.

[7] B. M. Das dan N. Sivakugan, Principles of Foundation Engineering, ed. ke-9. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2019.

[8] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1964:2008 Cara Uji Berat Jenis Tanah; SNI 1966:2008 Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah; SNI 1967:2008 Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah; SNI 3423:2008 Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah; SNI 1742:2008 Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[9] ASTM D3080/D3080M-11 Standard Test Method for Direct Shear Test of Soils Under Consolidated Drained Conditions. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2011.

[10] AASHTO M 145-91 Standard Specification for Classification of Soils and Soil-Aggregate Mixtures for Highway Construction Purposes. Washington, DC, USA: American Association of State Highway and Transportation Officials, 2012.

[11] ASTM D2487-17 Standard Practice for Classification of Soils for Engineering Purposes (Unified Soil Classification System). West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2017.

[12] C. A. Coulomb, “Essai sur une application des règles de maximis et minimis à quelques problèmes de statique relatifs à l’architecture,” Mémoires de Mathématique et de Physique, Académie Royale des Sciences, vol. 7, pp. 343–382, 1776.

[13] A. S. Vesić, “Analysis of ultimate loads of shallow foundations,” Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division, vol. 99, no. SM1, pp. 45–73, 1973.

[14] Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan, Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983. Bandung, Indonesia: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, 1983.

Published

2024-04-22

How to Cite

[1]
“Evaluasi Stabilitas Lereng dan Perancangan Ulang Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi pada Longsoran Jalan Poros Salu–Dende, Lembang Salu Sarre, Kabupaten Toraja Utara”, dynamicsaint, vol. 9, no. 1, pp. 1–8, Apr. 2024, doi: 10.47178/yfttjf83.

Similar Articles

1-10 of 58

You may also start an advanced similarity search for this article.