Transformasi Limbah Serai Wangi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi dalam Mendukung Kemandirian Perempuan Papua

Penulis

  • Amelia Agustina Limbongan Universitas Musamus https://orcid.org/0000-0001-5640-714X
  • Nina Maksimiliana Ginting Universitas Musamus
  • David Oscar Simatupang Universitas Musamus
  • Wahida Wahida Universitas Musamus
  • Rangga Kusumah Universitas Musamus
  • Ni Luh Sri Suryaningsih Universitas Musamus

DOI:

https://doi.org/10.47178/m2jayv65

Kata Kunci:

cair, Diversifikasi Produk, hidrosol, padat, target pasar

Abstrak

Perempuan Papua memiliki peranan sentral dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya di Papua. Dari segi potensi, mereka dikenal sebagai pelaku utama dalam sektor ekonomi informal, seperti bertani, berkebun, dan berdagang di pasar tradisional. Namun, mereka menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari akses terbatas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kesulitan dalam mendapatkan modal usaha dan mendapatkan pasar yang sesuai untuk menjual produk mereka. Selain itu, sistem patriarki yang masih kuat sering kali membatasi wilayah gerak mereka dalam mengambil keputusan, baik di dalam keluarga maupun dalam komunitas. Perempuan Papua Kreatif merupakan salah satu kelompok masyarakat yang terdiri dari Mama-mama Papua yang tinggal di Kelurahan Kamundu , Merauke. Mereka memiliki aktivitas harian berkebun dan menjual di pasar dengan hasil pendapatan rata-rata Rp 50.000,- per harinya atau kurang dari itu. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kelompok mitra Perempuan Papua Kreatif agar memiliki keterampilan mengolah dan memanfaatkan limbah industri serai wangi  industri serai wangi menjadi pupuk organik dan limbah cair (hidrosol) serai wangi menjadi  pestisida nabati sehingga menjadi sumber pendapatan. Tahapan dalam melaksanakan solusi pendekatan berbasis pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan ampas serai wangi menjadi pupuk organik dan pestisida nabati yaitu: tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Luaran yang ditargetkan adalah peningkatan level keberdayaan mitra pada aspek produksi dan pemasaran. Hal ini dicapai dengan peningkatan diversitas produk limbah serai wangi yang bernilai nol menjadi produk pupuk organik dan pestisida nabati yang memiliki harga jual pada target pasar.

Referensi

Akbar, S. A., Putri, D. S., & Harissatria, H. (2022). Pengaruh Penggunaan EM4 Terhadap Fermentasi Ampas Serai Wangi Terhadap Kandungan Bahan Kering, Kadar Abu dan Bahan Organik. Jurnal Peternakan Mahaputra, 3(1), 23–31.

FAO. (2017). The role of women in agriculture.

Hariani, R., Wahyuni, S., Mustika, W. S., & Rahmayani, M. (2022). Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah biomassa serai wangi di UMKM Tawa Wangi. Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE), 1(1), 1–4.

Leonard, F., & Sumarsono, B. (2025). Latar Belakang Pengembangan Minyak Serai Wangi di Kabupaten Merauke.

Limbongan, A. A. (2014). Application of Ageratum conyzoides to controlling Phytophthora Pod Rot Disease, Phytophthora palmivora on Cacao Field. The 2014 ISSAAS International Congress and General Meeting. files/2406/Limbongan - The Utilization of Plant Extracts to Control Cacao.pdf

Limbongan, A. A., Campbell, S. D., & Galea, V. J. (2021). Novel encapsulated herbicide delivery mechanism: Its efficacy in mimosa bush (Vachellia farnesiana) control. Plants (Basel), 10(11), 2505. https://doi.org/10.3390/plants10112505

Limbongan, A. A., & Wahida, W. (2015). Pemanfaatan Ampas Sagu Sebagai Bahan Dasar Kompos pada Beberapa Dosis Pencampuran dengan Kotoran Sapi. Agricola, Vol 5 No 1 (2015): Agricola, 1–8. http://ejournal.unmus.ac.id/index.php/agricola/article/view/406/310

Merina, B., & Muhaimin, M. (2024). Dinamika Emansipasi: Perjuangan Hak Suara Perempuan Orang Asli Papua. Jakad Media Publishing.

Oktavianus, S., & Kannapadang, S. (2025). Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura dan Pembuatan POC dari Bonggol Pisang dan Rebung Bambu sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Petani. Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 28–35.

Ratriyanto, A., Widyawati, S. D., Suprayogi, W. P. S., Prastowo, S., & Widyas, N. (2019). Pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak untuk meningkatkan produksi pertanian. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 8(1), 9–13.

Yuhono, J. T., & Suhirman, S. (2006). Status pengusahaan minyak atsiri dan faktor-faktor teknologi pasca panen yang menyebabkan rendahnya rendemen minyak. Bul. Littro, 17(2), 79–90.

Diterbitkan

2025-12-08

Cara Mengutip

Transformasi Limbah Serai Wangi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi dalam Mendukung Kemandirian Perempuan Papua. (2025). TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 4(2), 145-156. https://doi.org/10.47178/m2jayv65