Pembobotan Ekoteologi Masyarakat Agraris Tano Batak: Sebuah Injil Pertanian Bagi Masyarakat Desa Bahal Batu I Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara
DOI:
https://doi.org/10.47178/wk74cm91Keywords:
Ekoteologi, Tano Batak, Injil Pertanian, Bahal Batu I, Masyarakat AgrarisAbstract
Krisis lingkungan di daerah pedesaan seringkali berpangkal dari pergeseran nilai spiritualitas yang memisahkan antara iman Kristen dan praktik pengelolaan lahan. Desa Bahal Batu I, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah agraris dengan potensi sumber daya yang melimpah, namun masyarakat di wilayah ini membutuhkan penguatan landasan teologis dalam bertani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pembobotan ekoteologi melalui konsep “Injil Pertanian“ bagi masyarakat agraris Tano Batak. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif-dialogis tentang pemahaman interdependensi antara manusia, alam dan Allah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran jemaat dalam memandang kegiatan bertani bukan sekadar kerja ekonomi, melainkan tugas profetis untuk memelihara alam. Melalui pembobotan ekoteologi ini, masyarakat didorong untuk menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sebagai kesaksian iman di tengah banyaknya kasus kerusakan alam yang terjadi. Injil pertanian ini menjadi jembatan antara kearifan lokal Batak Toba yang menghargai alam dan mandat ciptaan.
References
Bestian Simangunsong. (2023). Pertanian selaras alam di Tanah Batak: Perspektif adat dan teologi Kristen. In S. Al Qurtuby (Ed.), Relasi agama dan adat di Indonesia (pp. 331–362). Elsa Press.
Canon, J. (2014). The Ecotheo Review: Exploring ecotheology toward a Christian theology of creation.
Celia Deane-Drummond. (2006). Teologi dan ekologi. BPK Gunung Mulia.
Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Penerbit Buku Kompas.
Kamus Batak. (2025). Eme sitamba tua ni parlinggoman ni siborok. Retrieved December 2025, from https://www.kamusbatak.com/kamus/batak/eme-sitamba-tua-ni-parlinggoman-ni-siborok.html
McFague, S. (1993). The body of God: An ecological theology. Fortress Press.
Scheid, D. P. (2015). The cosmic common good: Religious grounds for ecological ethics. Oxford University Press.
Simangunsong, B., Aritonang, H. D., & Tambunan, M. I. (2025). Menghidupi spiritualitas ekologis: Sebuah panggilan Kristen di tengah krisis lingkungan hidup. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 10(1), 249–266.
Sinaga, F. (2013). Fungsi tanah dan kaitannya dengan konflik tanah pada masyarakat Batak Toba (Studi di Desa Lumban Suhisuhi Dolok Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir) (Undergraduate thesis). Universitas Negeri Medan.
Tamba, T. (2020). Relational theology: A critical theological review of ecological damage in the Lake Toba area according to Fretheim's perspective. Jurnal Teologi Cultivation, 4(1), 115–134.
The Audiopedia. (2016, October 5). Ecotheology: Meaning, definition & explanation [Video]. YouTube.
Yopo, A., & Mbelanggedo, N. (2025). Ekoteologi dalam kelas untuk menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis ajaran Kristen pada generasi muda. Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen: Arastamar, 1(2), 28–45.








