Tinjauan Pastoral Mengenai Luka Batin Akibat Perceraian

Authors

  • Bita Herman Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.0302/tdvd3b21

Keywords:

Mental, Luka, Perceraian, Pastoral

Abstract

Tulisan ini akan memaparkan tinjauan dampak luka batin pasca perceraian dari sudut pandang pastoral. Perceraian dapat menimbulkan luka batin bahkan trauma bagi yang mengalaminya. Oleh karena itu, tujuan dari tulisan ini adalah untuk meninjau dari sudut pandang pastoral luka batin yang ditimbulkan oleh perceraian sehingga dapat ditemukan cara penanganannya khususnya bagi perempuan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa banyak perempuan yang mengalami luka batin pasca perceraian, sehingga pendampingan pastoral sangat dibutuhkan bagi mereka yang mengalami luka batin agar dapat melepaskan segala trauma yang dialaminya. 

References

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1991.

Mulyono. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991.

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Gintings, E.P. (2016). Pastoral Konseling “Membaca Manusia Sebagai Dokumen Hidup” Yogyakarta: Andi.

Thompson, ML. (1991). Keluarga Sebagai Pusat Pembentukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Tama, R.d. (1986). Perkawinan Antar Agama dan Masalahnya. Bandung: Pionir Jaya.

Magdalena, M. E. (2014). Menemukan Tuhan Dalam Hidup Perkawinan, Raypublish Books.

Tutik, T.T.(2006). Pengantar Hukum Perdana Di Indonesia. Jakarta: Presentasi Pustaka.

Lusiana Palulungan, C.J. (2020). Pernikahan Kristen Dalam Perspektif Kesetaraan Gender. Jakarta-Makassar: BPK Gunung Mulia Dan Oase Intim.

Hines, D.L. (2018). Pernikahan Kristen Konflik Dan Solusinya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Kasi/OMF, Y.K. (1981). Tafsiran Alkitab Masa Kini 1. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasi/OMF.

Kasi/OMF.Y.K. (1976). Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 Matius-Wahyu. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasi/OMF.

Siswanto Dedy. (2020). Anak Di Persimpangan Perceraian. Surabaya: Airlangga University Press.

Mulyono, Bambang (1986) Kenakalan Remaja. Yogyakarta: Andi offest.

Powers, B, Waet. Perceraian Dan Pernikahan Kembali. Jakarta: Yayasan Bina Kasih.

Hendry, Mattew.(2008). Injil Matius 15-28. Surabaya: Momentum.

Willis, H, Sofyan. ( 2011). Konseling Keluarga. Bandung: Alfabeta.

Surbakti, Elisa. B. Konseling Praktis Mengatasi Berbagai Masalah. Bandung: Kalam Hidup.

Collins, Danridge. (2009). Bagaimana Lepas Dari Trauma. Malang: Gandum Mas.

Hardiman, F, Budi. (2011). Masa Teror Dan Trauma. Yogyakarta: Lamalera.

Tocoy, Selvester, M. (2011). Membimbing Dengan Hati. Jakarta: Media Grasia.

Ronda, Daniel. (2015). Pengantar Konseling Pastoral. Bandung.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Bungin, Burhan. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami Pemahaman Kualitatif. Jakarta: PT. Rianek Cipta.

Maleong,JL. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.

Sukamadita, MS. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Soesilo, V. A. (1998). Bimbingan Pranikah: Buku Kerja Bagi Pasangan Pranikah. Malang.

Wawancara

Rita . (2022 Mei Senin). (Bita Herman, Interviewer)

P. Riana. (2022, Juli Jumat).. (Bita Herman, Interviewer)

Soesilo, V. A. (1998). Bimbingan Pranikah: Buku Kerja Bagi Pasangan Pranikah. Malang.

Downloads

Published

2025-04-12

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tinjauan Pastoral Mengenai Luka Batin Akibat Perceraian. (2025). KINAA: Jurnal Teologi, 9(1). https://doi.org/10.0302/tdvd3b21