Alternatif Perancangan Struktur Gedung Gereja Toraja Jemaat Mariri Menggunakan Profil Baja: Evaluasi Kapasitas Balok dan Kolom terhadap Beban Gravitasi
DOI:
https://doi.org/10.47178/xgw81m44Keywords:
Struktur Baja, Gedung Gereja, Balok dan Kolom, LRFD, Pra-DesainAbstract
Gedung Gereja Toraja Jemaat Mariri di Saloso, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, merupakan bangunan tiga lantai berstruktur beton bertulang dengan jarak antarkolom 4 m, sehingga lantai dasar yang difungsikan sebagai area parkir menjadi terhalang oleh kolom. Penelitian ini merancang alternatif struktur menggunakan profil baja dengan jarak antarkolom 6 m dan bentang lantai dasar yang lebih terbuka, kemudian mengevaluasi kapasitas balok dan kolom usulan terhadap beban gravitasi dengan metode LRFD berdasarkan SNI 1729:2020 dan SNI 1727:2020. Profil usulan terdiri atas kolom K1 H 400×400×13×21, kolom K2 H 300×300×10×15, balok induk WF 400×200×7×11, dan balok anak WF 300×200×9×14. Lantai ruang ibadah dibebani beban mati 3,97 kPa dan beban hidup ruang pertemuan 4,79 kPa, sehingga beban terfaktor 12,43 kPa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa balok anak dengan bentang 6 m memenuhi syarat (rasio momen 0,82), dan kolom K1 memiliki kapasitas aksial 4.362 kN dengan rasio beban gravitasi 0,09–0,18. Namun, balok induk WF 400×200×7×11 dengan bentang 6 m tidak memenuhi kuat lentur (rasio 1,44), dan balok pada garis tengah lantai dasar yang membentang 18 m tanpa kolom antara mengalami rasio momen 5,93. Balok induk perlu diganti dengan WF 500×200×10×16 (rasio 0,75), sedangkan bentang 18 m memerlukan girder WF 900×300×16×28 (rasio 0,67; lendutan 43,7 mm < L/360) atau penambahan kolom pada as 2 dan 3 garis tengah. Struktur baja yang telah disesuaikan perlu dianalisis ulang terhadap beban gempa menggunakan model tiga dimensi sebelum dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan.
References
[1] Z. Patongloan, I. Padang, H. Matana, dkk., “Perencanaan ulang struktur dengan menggunakan portal baja (studi kasus: Gedung Gereja GBI Nanggala),” Journal Dynamic Saint, vol. 7, no. 2, pp. 21–27, 2022.
[2] C. G. Salmon, J. E. Johnson, dan F. A. Malhas, Steel Structures: Design and Behavior, ed. ke-5. Upper Saddle River, NJ, USA: Pearson Prentice Hall, 2009.
[3] W. T. Segui, Steel Design, ed. ke-6. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2018.
[4] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1729:2020 Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural. Jakarta, Indonesia: BSN, 2020.
[5] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1727:2020 Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Jakarta, Indonesia: BSN, 2020.
[6] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.
[7] S. Pandaleke Banu, D. Handono, dan S. O. Dapas, “Perencanaan ulang bangunan struktur baja Rumah Sakit Umum Ratumbuysang di Kota Manado,” Jurnal Sipil Statik, vol. 7, no. 6, pp. 723–732, 2019.
[8] I. P. A. S. Gunawan, I. G. W. Giatmajaya, dan I. G. G. Wiryadi, “Analisis dan pemodelan struktur gedung rumah sakit pada wilayah gempa tinggi,” Jurnal Ilmiah Teknik Unmas, vol. 1, no. 1, 2021.
[9] R. Wantania Banu, D. Handono, dan R. Pandaleke, “Perencanaan bangunan sekolah konstruksi baja 4 lantai di Kota Manado,” Jurnal Sipil Statik, vol. 7, no. 9, pp. 1179–1190, 2019.
[10] I. W. A. Wibisana P., S. Indra, dan A. Santosa, “Perencanaan portal baja menggunakan metode LRFD pada gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang,” vol. 2, no. 1, 2020.
[11] F. Renaldy dan A. Rachmawati, “Studi alternatif perencanaan struktur baja pada bangunan gedung Lab Terpadu Universitas Islam Malang,” Universitas Islam Malang.
[12] B. Artanto, “Alternatif perencanaan struktur gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Tana Toraja dengan menggunakan portal baja,” Universitas Kristen Indonesia Toraja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Emanuel Napa Kwuta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







