Pengaruh Penambahan Limbah Keramik pada Tanah Laterit Tombang Langda yang Distabilisasi Zeolit Alam terhadap Kuat Tekan Bebas dan Modulus Elastisitas

Authors

  • Mika Tappi’
  • Godelifa Tulak Lebang

DOI:

https://doi.org/10.47178/k5r55m68

Keywords:

Tanah Laterit, Zeolit Alam, Limbah Keramik, Kuat Tekan Bebas, Modulus Elastisitas

Abstract

Tanah laterit di Toraja Utara banyak digunakan sebagai tanah dasar, tetapi kekuatannya dalam kondisi terganggu relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan limbah keramik pada tanah laterit Tombang Langda, Kecamatan Sopai, yang distabilisasi zeolit alam Sangkaropi terhadap sifat fisik, kepadatan, kuat tekan bebas (qu), dan modulus elastisitas sekan (E50). Kadar zeolit alam ditetapkan 9% dan limbah keramik divariasikan 0%, 3%, 6%, dan 9% dari berat kering tanah, dengan masa pemeraman 1 hari dan 3 hari. Pengujian meliputi berat jenis, batas-batas Atterberg, pemadatan standar, dan uji tekan bebas. Tanah asli memiliki batas cair 49,29%, indeks plastisitas 16,45%, kadar air optimum 34,0%, dan berat isi kering maksimum 1,14 g/cm³. Penambahan zeolit dan limbah keramik meningkatkan berat isi kering maksimum hingga 1,32 g/cm³ dan menurunkan kadar air optimum hingga 32,0%. Nilai qu meningkat dari 0,295 kg/cm² pada tanah asli menjadi 10,812 kg/cm² (pemeraman 1 hari) dan 11,107 kg/cm² (pemeraman 3 hari) pada campuran 9% zeolit dan 9% limbah keramik. Peningkatan qu terhadap kadar limbah keramik bersifat hampir linear (R² = 0,99 dan 0,99). Nilai E50 meningkat dari 48,27 kg/cm² menjadi 55,23 kg/cm² dan 57,80 kg/cm², atau naik 14,4% dan 19,7%. Kombinasi zeolit alam dan limbah keramik berpotensi sebagai bahan stabilisasi tanah laterit, namun peningkatan qu yang jauh lebih besar daripada E50 perlu dikonfirmasi dengan jumlah benda uji dan masa pemeraman yang lebih panjang.

References

[1] B. M. Das dan K. Sobhan, Principles of Geotechnical Engineering, ed. ke-9. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2018.

[2] M. D. Gidigasu, Laterite Soil Engineering: Pedogenesis and Engineering Principles. Amsterdam, Netherlands: Elsevier, 1976.

[3] J. K. Mitchell dan K. Soga, Fundamentals of Soil Behavior, ed. ke-3. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2005.

[4] M. Mola-Abasi dan I. Shooshpasha, “Influence of zeolite and cement additions on mechanical behavior of sandy soil,” Journal of Rock Mechanics and Geotechnical Engineering, vol. 8, no. 5, pp. 746–752, 2016, doi: 10.1016/j.jrmge.2016.01.008.

[5] A. K. Sabat, “Stabilization of expansive soil using waste ceramic dust,” Electronic Journal of Geotechnical Engineering, vol. 17, pp. 3915–3926, 2012.

[6] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1967:2008 Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah dan SNI 1966:2008 Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[7] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1742:2008 Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.

[8] Badan Standardisasi Nasional, SNI 3638:2012 Metode Uji Kuat Tekan-Bebas Tanah Kohesif. Jakarta, Indonesia: BSN, 2012.

[9] ASTM D2166/D2166M-16 Standard Test Method for Unconfined Compressive Strength of Cohesive Soil. West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2016.

[10] ASTM D2487-17 Standard Practice for Classification of Soils for Engineering Purposes (Unified Soil Classification System). West Conshohocken, PA, USA: ASTM International, 2017.

Published

2024-04-22

How to Cite

[1]
“Pengaruh Penambahan Limbah Keramik pada Tanah Laterit Tombang Langda yang Distabilisasi Zeolit Alam terhadap Kuat Tekan Bebas dan Modulus Elastisitas”, dynamicsaint, vol. 9, no. 1, Apr. 2024, doi: 10.47178/k5r55m68.

Similar Articles

61-70 of 79

You may also start an advanced similarity search for this article.