Pengaruh Penambahan Pasir Besi Dan Silica Fume Terhadap Kuat Tekan Campuran Beton
DOI:
https://doi.org/10.47178/9er1hh30Keywords:
Beton, Pasir Besi, Silica Fume, Agregat Halus, Kuat TekanAbstract
Beton merupakan material konstruksi utama yang membutuhkan mutu dan daya tahan tinggi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia. Pasir besi, sebagai salah satu sumber daya alam lokal, berpotensi dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian agregat halus karena ukuran butirannya yang lebih halus dibandingkan pasir sungai konvensional, sementara silica fume sebagai bahan tambah pozzolan diharapkan mampu mengisi pori-pori mikro dalam matriks beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pasir besi sebagai substitusi sebagian agregat halus dengan variasi 3%, 5%, dan 7% dari volume agregat halus, yang dikombinasikan dengan silica fume sebesar 2% dari berat semen, terhadap kuat tekan beton.
Penelitian menggunakan metode studi eksperimental di laboratorium, dengan benda uji berbentuk silinder berukuran 10 cm × 20 cm sebanyak 48 buah, yang dirawat dan diuji pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari mengikuti pedoman perancangan campuran beton SNI 7656:2012.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton kontrol (normal) pada umur 28 hari mencapai 18,89 MPa. Seluruh variasi campuran dengan penambahan pasir besi dan silica fume mengalami penurunan kuat tekan dibandingkan beton kontrol. Di antara variasi yang diuji, kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran 3% pasir besi dan 2% silica fume, yaitu sebesar 12,95 MPa, sedangkan variasi 5% dan 7% masing-masing menghasilkan 11,46 MPa dan 10,61 MPa. Penurunan kuat tekan ini diduga berkaitan dengan sifat fisik pasir besi yang mengubah distribusi butiran dan meningkatkan porositas beton sehingga ikatan antarpartikel melemah.
References
[1] Kementerian ESDM, Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral Indonesia. Jakarta, Indonesia: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, 2018.
[2] Suryadi, dikutip dalam A. Prasetio, "Kajian penggunaan pasir besi sebagai bahan tambah pada campuran beton," Tugas Akhir, 2011.
[3] Suryadi, "Pengaruh penambahan serbuk pasir besi terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton," 2007.
[4] Rahady, "Pemanfaatan silica fume pada campuran beton mutu tinggi," 2019.
[5] B. A. Firjatullah, "Karakteristik Beton Mutu Tinggi dengan Penggunaan Pasir Besi sebagai Pengganti Agregat Halus dengan Penambahan Silica Fume dan Superplasticizer," Tugas Akhir, 2021.
[6] M. Olivia, "Sifat Mekanis dan Rembesan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Agregat Halus Pasir Laut dan Bahan Tambah Silica Fume," 2013.
[7] A. Pasulu, "Penggunaan Silica Fume sebagai Substitusi Semen dengan Bahan Tambah Abu Pecahan Karang pada Beton," 2023.
[8] I. Agus, "Studi eksperimental substitusi pasir besi terhadap nilai kuat tekan beton," Jurnal Universitas Dayanu Iksanuddin, 2017.
[9] E. Agusri, "Pengaruh penambahan pasir besi terhadap kuat tekan beton K-300," Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang, 2019.
[10] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta, Indonesia: Andi, 2005.
[11] Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-2847-2002: Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Jakarta, Indonesia: BSN, 2002.
[12] Badan Standardisasi Nasional, SNI 7656:2012: Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat, dan Beton Massa. Jakarta, Indonesia: BSN, 2012.
[13] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1974:2011: Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta, Indonesia: BSN, 2011.
[14] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2493:2011: Tata Cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. Jakarta, Indonesia: BSN, 2011.
[15] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1970:2016: Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Jakarta, Indonesia: BSN, 2016.
[16] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1972:2008: Cara Uji Slump Beton. Jakarta, Indonesia: BSN, 2008.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lumbaa Caleb, Hernita Matana’, Bastian A. Ampangallo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







