Relasi Superior–Inferior dalam Pluralisme: Analisis Teologis atas Interaksi Gereja Toraja dan Aluk Todolo

Superior–Inferior Relations in Pluralism: A Theological Analysis of the Interaction between the Toraja Church and Aluk Todolo

Authors

  • Marlina Luther Belo Universitas Kristen Indonesia Toraja, Toraja Utara, Indonesia
  • Johana R. Tangirerung Universitas Kristen Indonesia Toraja, Toraja Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47178/ryerdg27

Keywords:

pluralism, superior–inferior relations, Toraja Church, Aluk Todolo, theology of friendship, pluralisme, relasi superior-inferior, Gereja Toraja, teologi persahabatan

Abstract

Pluralism is an inherent reality in Indonesian society, including in the Toraja context where Christianity and the indigenous belief system, Aluk Todolo, coexist. This study examines the pattern of superior–inferior relations between the Toraja Church and Aluk Todolo within the framework of religious pluralism. Although both represent faith communities, their interaction often reflects asymmetrical power relations. Using the interreligious dialogue framework of Paul F. Knitter, this research analyzes how theological exclusivism contributes to the dominant position of the Toraja Church. This study employs a qualitative descriptive-analytical method, drawing data from interviews, observations, and literature review. The findings reveal that despite acknowledging pluralism, the Toraja Church often positions itself as superior, particularly through evangelistic programs targeting Aluk Todolo adherents. This study proposes a shift toward a theology of friendship that emphasizes equality, mutual respect, and dialogical engagement as a constructive model for interfaith relations in Toraja.

 

Pluralisme merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Toraja yang dihuni oleh pemeluk agama Kristen dan penganut kepercayaan lokal Aluk Todolo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola relasi superior–inferior antara Gereja Toraja dan Aluk Todolo dalam konteks pluralisme keagamaan. Meskipun keduanya merupakan komunitas iman, relasi yang terbangun sering kali menunjukkan ketimpangan posisi. Dengan menggunakan pendekatan dialog antaragama dari Paul F. Knitter, penelitian ini mengkaji bagaimana teologi eksklusivisme membentuk posisi dominan Gereja Toraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Gereja Toraja mengakui pluralisme, praktik relasi yang terjadi masih mencerminkan pola superior–inferior, terutama melalui program penginjilan terhadap penganut Aluk Todolo. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan pendekatan teologi persahabatan sebagai model relasi yang lebih setara, dialogis, dan konstruktif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aritonang, Jan S., and Karel A. Steenbrink, eds. A History of Christianity in Indonesia. Studies in Christian mission v. 35. Leiden ; Boston: Brill, 2008.

Arsip Digital - Notula Konsultasi PI I Gereja Toraja Tahun 1947.

Arsip Digital - Notula Konsultasi PI II Gereja Toraja 1994.

Arsip Digital - Notula Konsultasi PI III Gereja Toraja 2005.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, “Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia,” Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, diakses 22 April 2025.

Badan Pusat Statistik, Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia: Hasil Sensus Penduduk 2010. Jakarta: BPS, 2011.

Banna, Jelsita. Memudarnya Sistem Kepercayaan 'Aluk Todolo' Suku Toraja. Makassar: Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar, 2020.

Creswell, John W., Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2014.

Hartanto, Johanes Raymond. "Wujud Sinkretisme Religi Aluk Todolo dengan Agama Kristen Protestan (The Syncretism Form of Aluk Todolo Religion with Christianity)". Jurnal Ambiance, 1, no. 1 (2007): 1-25. https://repository.maranatha.edu/593.

Knitter, Paul F. Satu Bumi Banyak Agama: Dialog Multi-Agama dan Tanggung Jawab Global. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Kompas.com "CEK FAKTA: Jokowi Sebut Ada 714 Suku dan 1.001 Bahasa di Indonesia". https://nasional.kompas.com/read/2019/03/30/21441421/cek-fakta-jokowi-sebut-ada-714-suku-dan-1001-bahasa-di-indonesia.

Masuli, Anisa Datu. “Pengaruh Sistem Kepercayaan Aluk Todolo Terhadap Budaya Toraja” (n.d.).

Matitaputty, Prasetio L. Th. ““Merawat Hidup Bersama di Tengah Kemajemukan dan Konflik Antarumat Beragama,” ARUMBAE 3, no. 1 (2021): 51–62.

Pengakuan Gereja Toraja Bab VII Mengenai Dunia Pasal 4 tentang Lembaga-lembaga Agama. Rantepao: Gereja Toraja.

Profil Gereja Toraja "Sejarah Gereja Toraja". https://gerejatoraja.id/profil.

Rahardjo, Turnomo. “Memahami Kemajemukan Masyarakat Indonesia”. Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang, 2010.

Saputra, Hasyim Edi Rianto, and Muhtar Tayib. “Pluralisme Agama: Studi Tentang Makna Dan Pola Komunikasi Antar Umat Islam, Hindu Dan Budha Di Pulau Lombok. Kota Mataram.” KOMUNIKE 11, no. 1 (June 1, 2019): 37–73.

Schreiter, Robert J., Constructing Local Theologies (Maryknoll, NY: Orbis Books, 1985.

Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2018.

Toraja Sikamali’ "Asal Mula Aluk Todolo Tana Toraja". https://web.facebook.com/torajasikamali.id/posts/asal-mula-aluk-todolo-tana-torajaorang-toraja-berasal-dari-langit-demikian-yang-/359856757979160/?_rdc=1&_rdr.

Umar, Andi Fatmawati. "Aluk Todolo Dalam Tatanan Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Toraja". Makassar: Balai Arkeologi Makassar.

Published

2025-05-30

How to Cite

Relasi Superior–Inferior dalam Pluralisme: Analisis Teologis atas Interaksi Gereja Toraja dan Aluk Todolo: Superior–Inferior Relations in Pluralism: A Theological Analysis of the Interaction between the Toraja Church and Aluk Todolo. (2025). KINAA: Jurnal Teologi, 10(1), 37-48. https://doi.org/10.47178/ryerdg27