Analisis Persilangan Dialel pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum)

  • Filemon Lanik Sura' JAS Mulia Palm Oil Mill
  • Yusuf L Limbongan UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TORAJA
  • Vonnisye Vonnisye UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TORAJA
Keywords: Cabai, persilangan dialel

Abstract

Penggunaan benih cabai yang belum unggul dan  daya hasilnya masih rendah menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produksi cabai di Indonesia, khususnya di Toraja. Salah satu jenis cabai besar yang terkenal di Toraja adalah Cabai Katokkon yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Cabai ini merupakan salah satu cabai yang disilangkan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan persilangan cabai dengan analisis dialel. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UKI Toraja di Kakondongan, Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, pada bulan Desember 2017 hingga Juni 2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis dialel dengan lima tetua cabai yaitu cabai katokkon, cabai pabrika, cabai keriting, cabai rawit putih, cabai rawit hijau. Hasil persilangan Cabai Katokkon (♂) x Cabai Rawit Putih (♀) menunjukkan persentase keberhasilan persilangan terbaik. Persilangan Cabai Katokkon (♂) x Cabai Rawit Hijau (♀) menghasilkan pertumbuhan bibit tertinggi dan jumlah daun terbanyak pada umur 4 MST. Pada persilangan Cabai Rawit Hijau (♂) x Cabai Keriting (♀) memiliki nilai viabilitas dan vigor terbaik. Hasil persilangan Cabai Paprika (♂) x Cabai Keriting (♀) menghasilkan luas daun terlebar.

Published
2021-05-05
How to Cite
Sura’, F., Limbongan, Y., & Vonnisye, V. (2021, May 5). Analisis Persilangan Dialel pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum). AgroSainT, 9(2), 92-97. https://doi.org/https://doi.org/10.47178/agro.v9i2.1223
Section
Articles